Banjarmasin Masih Diselimuti Kabut Asap, BPBD Sebut Dampak Karhutla Daerah Tetangga

Analis Mitigasi Bencana BPBD Banjarmasin, Hanafi. (Foto: Ih)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. Kondisi tersebut terjadi meski titik kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjarmasin telah dapat ditangani.

Analis Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hanafi mengatakan, kabut asap yang dirasakan masyarakat Banjarmasin saat ini, sebagian besar merupakan dampak kebakaran lahan dari wilayah kabupaten tetangga.

Menurutnya, penanganan karhutla di Banjarmasin relatif lebih mudah, karena mayoritas lahan yang terbakar bukan merupakan lahan gambut.

“Memang sangat berdampak akibat kabut asap, namun tidak terlalu parah, karena terkadang tebal dan hilang,” ujar Hanafi saat jumpa pers di Banjarmasin, Kamis (1/10/2026).

Untuk mengantisipasi dampak karhutla dan kabut asap, BPBD bersama Tim Satuan Tugas Karhutla melibatkan sejumlah instansi, termasuk Dinas Kesehatan serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Upaya yang dilakukan tidak hanya berupa pemadaman, tetapi juga pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat serta pembagian masker.

BPBD juga turut membantu penanganan karhutla di wilayah kabupaten tetangga. Di antaranya di Jalan Martapura Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, serta di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.

Hanafi merincikan, sejak 15 Juli hingga 1 Oktober, tercatat 65 kebakaran lahan di Banjarmasin. Total luasan lahan yang terbakar mencapai 50,53 hektare, tersebar di 25 dari total 52 kelurahan.

Kejadian terbanyak tercatat di Kelurahan Sungai Andai dengan 10 kebakaran, disusul Basirih Selatan sebanyak tujuh, dan Kuripan sebanyak enam.

“Dominasi yang terbakar adalah semak belukar dan lahan kosong,” jelasnya.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BPBD juga telah membangun dua posko di kawasan Sungai Lulut dan Sungai Andai. Posko tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar tidak melakukan pembakaran lahan. Hanafi pun turut mengapresiasi dukungan DPRD.

“Permintaan penambahan anggaran sudah disetujui,” pungkasnya.

(Ih/Ahmad M)