Dari Total Alokasi Haji Indonesia 1443 Hijriah, 8% untuk Haji Khusus

Haji Khusus
Foto : antara

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Dipastikannya calon jemaah haji dari luar Arab Saudi dapat melakukan ibadah di tahun ini, membuat Pemerintah Republik Indonesia terus melakukan persiapan, dan menetapkan bakal ada kouta untuk haji khusus.

“Kami masih menunggu berapa kuota haji yang akan diberikan. Kuota haji nantinya sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2019, akan terdiri dari 92% haji reguler dan 8% haji khusus,” ungkap Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, saat memberikan arahan pada Diskusi Kelompok Terpumpun Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus Tahun 1443 H/2022 M, di Depok, melalui siaran pers pada blog Kemenag, Selasa (12/04/2022).

Dilanjutkannya, berdasarkan data pelunasan haji khusus tahun 2020, terdapat 15.466 orang yang telah melakukan pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) Khusus.

“Jika kuota yang diberikan kepada Indonesia tidak dalam jumlah normal (100%), ada potensi banyak jemaah lunas yang belum dapat diberangkatkan. Ini harus segera direkonsiliasi datanya dan disiapkan mitigasinya,” pesan Hilman.

Terkait pengisian kuota haji khusus, Ia juga meminta agar dibuat pedoman yang jelas dan tegas, agar jangan sampai ada jemaah yang “terzalimi” akibat terlompati nomor porsinya.

“Acuan dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 sudah jelas, prinsip ‘first come first serve’ tidak dapat ditawar lagi, karena mereka sudah melunasi Bipih, mengantri, dan tertunda berangkat selama 2 tahun,” tuturnya.

“Jika ada yang tidak dapat berangkat karena kendala persyaratan, digantikan oleh nomor porsi secara urutan yang ada di bawahnya,” pungkasnya.