JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Realisasi pelaksanaan Sensus Barang Milik Daerah (BMD) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah mencapai 1.244.735 item aset atau 93,87 persen dari total 1.326.001 aset yang tercatat.
Untuk menuntaskan sisa inventarisasi tersebut, Dinas Pendidikan HST membentuk 12 tim intervensi yang akan diterjunkan ke seluruh wilayah guna mempercepat penyelesaian sensus pada 165 Unit Pengguna Barang (UPB) yang hingga kini belum mencapai 100 persen.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Salihin, mengatakan percepatan sensus aset menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh Barang Milik Daerah di lingkungan Dinas Pendidikan tercatat secara lengkap, akurat, dan akuntabel.
“Meski secara keseluruhan progres sensus sudah mencapai 93,87 persen, masih ada sejumlah UPB yang belum tuntas. Karena itu kami membentuk tim intervensi agar proses inventarisasi dapat dipercepat sehingga seluruh data aset segera mencapai 100 persen,” ujarnya, Kamis (6/8/2026) di Aula Yuda Lalana Disdik HST.
Berdasarkan hasil rekapitulasi, terdapat 165 UPB yang belum menyelesaikan sensus aset, terdiri dari 112 UPB jenjang SD/sederajat, 23 UPB jenjang SMP/sederajat, serta 12 UPT Kecamatan dan Dinas Pendidikan yang menjadi prioritas pertama penanganan. Total masih terdapat 106.634 item barang yang harus diselesaikan proses inventarisasinya.
Untuk mempercepat penyelesaian tersebut, Dinas Pendidikan HST membentuk 12 tim intervensi, terdiri atas 11 tim kecamatan yang menangani SD/sederajat dan 1 tim pusat yang menangani seluruh SMP/sederajat. Masing-masing tim beranggotakan lima orang, sehingga total terdapat 60 personel yang diterjunkan dalam percepatan sensus aset.
“Tim kerja ini mendampingi satuan pendidikan yang belum selesai tetapi juga membantu langsung melakukan inventarisasi,” tambahnya
Salihin menjelaskan, setiap tim memiliki pembagian tugas yang jelas. Sebelas tim kecamatan bertanggung jawab menyelesaikan sensus aset di satu kecamatan masing-masing dengan prioritas menuntaskan aset di kantor UPT Kecamatan sebelum berlanjut ke sekolah dasar berdasarkan urutan progres terendah. Sementara tim pusat bertugas menangani seluruh 23 SMP/sederajat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sekaligus menyelesaikan inventarisasi aset di Kantor Dinas Pendidikan.
Berdasarkan data realisasi sensus aset per kecamatan, Kecamatan Pandawan menjadi wilayah dengan capaian tertinggi, yakni 97,42 persen, disusul Kecamatan Barabai 95,52 persen, Hantakan 95,32 persen, Labuan Amas Selatan 95,13 persen, Batu Benawa 94,87 persen, Batang Alai Utara 93,89 persen, Labuan Amas Utara 93,02 persen, Batang Alai Timur 91,80 persen, Haruyan 91,40 persen, Batang Alai Selatan 90,63 persen, dan Limpasu 87,72 persen.
Meski capaian keseluruhan telah mencapai 93,87 persen, Dinas Pendidikan HST tetap mengerahkan tim intervensi untuk mempercepat penyelesaian inventarisasi pada UPB yang belum tuntas hingga seluruh data Barang Milik Daerah dapat mencapai target 100 persen.
Salihin optimistis melalui kolaborasi seluruh tim, operator sekolah, dan UPT Kecamatan, target penyelesaian sensus aset hingga mencapai 100 persen dapat segera diwujudkan.
“Data aset yang lengkap dan valid akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan tata kelola Barang Milik Daerah yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” pungkasnya.
(Rz)













