JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Gebyar PAUD “Karnaval Ceria 2026” Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi momentum untuk memperkuat pembentukan karakter anak sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan sarat nilai pendidikan.
Bunda PAUD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Deni Era Yulyantie atau Mama Deden, mengatakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi paling fundamental dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, kegiatan Gebyar PAUD tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga diintegrasikan dengan penguatan kampanye 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Menurut Mama Deden, integrasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Karnaval Ceria yang mengedepankan aktivitas fisik secara gembira, sosialisasi antaranak, kreativitas, serta penanaman karakter anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.
“Anak usia dini adalah masa penting dalam membangun kebiasaan baik dan karakter. Karena itu, kegiatan seperti Karnaval Ceria kita manfaatkan sebagai ruang belajar yang menyenangkan, sehingga nilai-nilai positif dapat ditanamkan melalui pengalaman langsung,” ujar Mama Deden, Rabu (26/8/2026) di Taman Dwi Warna Barabai.
Selain memperkuat karakter, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi anak-anak PAUD se-HST untuk berekspresi, mengasah kreativitas, membangun keberanian dan kekompakan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap seni dan budaya lokal sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Muhammad Anhar, menjelaskan Karnaval Ceria 2026 mengusung tiga tema kostum, yakni Pakaian Adat Nusantara, Profesi Masa Depan, dan Olahan Bahan Daur Ulang Kreatif.
“Tema kostum tahun ini kita arahkan agar anak-anak dapat mengenal keberagaman budaya, memiliki gambaran tentang profesi di masa depan, sekaligus belajar memanfaatkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang secara kreatif,” kata Muhammad Anhar.
Ia menambahkan, penilaian dalam karnaval tidak semata-mata melihat kemeriahan kostum. Dewan juri akan menilai sejumlah aspek, yaitu kreativitas, kekompakan barisan, kerapian, serta keceriaan anak-anak selama melintasi rute karnaval.
Adapun tim dewan juri berasal dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Rute karnaval dimulai dari Jalan Perwira, kemudian menuju Jalan Bhakti, Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Jalan Ganesya, dan kembali berakhir di Jalan Perwira.
Peserta merupakan perwakilan satuan PAUD yang terdiri dari TK, KB, SPS, dan TPA se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Setiap kecamatan diwakili satu kelompok yang terdiri dari 40 anak PAUD dan 10 guru pendamping, dengan total keseluruhan peserta mencapai 550 orang.
“Dengan jumlah peserta yang cukup besar, kita ingin seluruh unsur pendidikan PAUD dapat terlibat dan menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman bersama yang positif bagi anak-anak,” ujar Anhar.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Bunda PAUD Kabupaten HST juga menyediakan hadiah uang pembinaan bagi kelompok peserta. Hadiah tersebut diberikan untuk Kelompok Terceria 1 hingga 6, dengan nilai masing-masing Rp5 juta, Rp3 juta, Rp2 juta, Rp1,5 juta, Rp1,25 juta, dan Rp1 juta. Selain itu, tersedia penghargaan bagi lima kelompok favorit, masing-masing sebesar Rp750 ribu.
Muhammad Anhar berharap Karnaval Ceria tidak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi anak-anak.
“Yang kita bangun bukan hanya keceriaan hari ini, tetapi juga keberanian, kreativitas, kekompakan, dan kebiasaan positif anak sejak dini. Harapannya, pengalaman ini menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak-anak HST menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, kreatif, dan berkarakter,” pungkasnya.
(Rz)













