Dislautkan Kalsel Mantapkan SAKIP 2026, Targetkan Kinerja Lebih Akuntabel

Suasana Kegiatan SAKIP dan Manajemen Risiko Tahun 2026 di Dislautkan Kalsel. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat tata kelola kinerja dengan menggelar kegiatan Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Manajemen Risiko Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dislautkan, Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Dislautkan Kalsel, Nadiyah, mewakili Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono.

Dalam keterangannya, Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, menegaskan pentingnya penguatan SAKIP dan manajemen risiko sebagai fondasi utama dalam mencapai kinerja instansi yang optimal.

“Penguatan SAKIP dan manajemen risiko ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, terukur, dan mampu menjawab tantangan yang ada,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa identifikasi risiko harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak menghambat pencapaian target kinerja.

“Kami ingin setiap potensi risiko dapat diantisipasi sejak dini, sehingga tidak mengganggu pencapaian sasaran yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas penerapan SAKIP akan berdampak langsung pada perbaikan perencanaan, pengukuran, hingga pelaporan kinerja di lingkungan Dislautkan Kalsel.

“Dengan SAKIP yang kuat, perencanaan dan pelaporan kinerja akan semakin akuntabel dan transparan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Yuni Indriaswary Barito dari Inspektorat Kalsel, Dimas Nor Irasy Kusuma dari Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Novi Heppiantie dan Yayuk Susanti dari Inspektorat Kalsel, serta Taufik Hidayat dari Inspektorat Daerah.

Melalui kegiatan ini, Dislautkan Kalsel berharap mampu memperkuat budaya kinerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

(Sumber : Dislautkan Kalsel)