Ekspor Pertanian Meningkat, Indonesia Kian Kompetitif di Pasar Global

Ilustrasi petani saat memanen padi dari area sawahnya. (Dok. Kementan)

“Produksi meningkat, ekspor naik, dan impor berhasil ditekan. Ini menunjukkan fondasi pertanian kita semakin kuat dan mandiri,” ujarnya, Jumat (17/4/2026), dikutip dari infopublik.id.

Selain itu, pendapatan sektor pertanian juga mengalami peningkatan signifikan hingga Rp437,25 triliun, yang didorong oleh kenaikan produksi padi, jagung, komoditas nonpangan, serta kontribusi ekspor.

Produksi beras nasional pun tercatat naik 4,07 juta ton atau tumbuh 13,29 persen, yang mengantarkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu relatif singkat.

Di sisi cadangan pangan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,8 juta ton pada April 2026 dan diproyeksikan menembus 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

“Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini bukan hanya soal angka, tapi jaminan stabilitas pangan bagi masyarakat,” tegas Amran.

Kesejahteraan petani juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 125,35 atau tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Secara keseluruhan, sektor pertanian turut mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,74 persen pada 2025, menjadikannya salah satu penopang utama ekonomi nasional.

Ke depan, pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, seiring penguatan hilirisasi, modernisasi pertanian, serta reformasi kebijakan yang mendukung peningkatan produksi dan distribusi. (Viz)