JURNALKALIMANTAN.COM, KOTABARU – Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Kotabaru menggelar Festival/Pertandingan Karate INKAI Kotabaru Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu hingga Ahad (6/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Kotabaru tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana pembinaan dan evaluasi kemampuan atlet sebagai persiapan menghadapi berbagai kompetisi olahraga ke depan.
Festival tersebut diikuti sekitar 120 karateka. Sebanyak 80 peserta ambil bagian dalam kategori pertandingan, sedangkan 40 lainnya mengikuti kategori festival. Peserta berasal dari sejumlah dojo di Kabupaten Kotabaru, di antaranya Dojo Kodim 1004, Dojo Senakin, serta dojo dari wilayah Ujung Sungai Durian.
Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kabupaten Kotabaru, M.N. Asikin, mengatakan kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, mulai dari mempererat silaturahmi antar-karateka hingga memperkuat konsolidasi organisasi dan mempersiapkan atlet menghadapi berbagai event mendatang.
“Tujuannya silaturahmi antar-karateka INKAI Kabupaten Kotabaru, kemudian konsolidasi organisasi dan persiapan event-event yang akan datang,” ujar M.N. Asikin.
Menurutnya, festival dikemas dalam bentuk semi-turnamen terbuka. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus membangun mental bertanding, terutama bagi karateka pemula.
M.N. Asikin berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan atlet karate di Kabupaten Kotabaru.
“Harapan kami kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun. Untuk Forki minimal dua kali setahun, sementara INKAI juga diharapkan memiliki kegiatan rutin sebagai persiapan atlet,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan karate di Kotabaru perlu terus diperkuat dengan melibatkan berbagai perguruan dan dojo yang ada. Menurutnya, semakin banyak wadah latihan dan kompetisi, semakin besar peluang melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Yang paling penting adalah ada upaya bersama. Kita berharap karateka di Kotabaru tumbuh dan berkembang dengan banyaknya perguruan yang ada,” jelasnya.
Dari sisi prestasi, M.N. Asikin menyebut karate Kotabaru saat ini berada dalam jajaran enam besar di Kalimantan Selatan. Meski demikian, pihaknya menargetkan peningkatan prestasi agar Kotabaru mampu bersaing dengan daerah-daerah yang selama ini menjadi kekuatan utama karate di Kalsel.
“Di Kalimantan Selatan kita masuk enam besar. Memang masih di bawah beberapa daerah favorit seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Bumbu dan daerah lainnya. Ke depan kita mendorong agar Kotabaru bisa masuk ke kelas utama Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Sementara itu, pelatih tim Senakin, Haryadi, mengatakan pihaknya mengikutsertakan sekitar 15 atlet dalam festival tersebut. Sebagian besar merupakan karateka pemula yang masih membutuhkan pengalaman bertanding.
Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi menjadi bagian penting dalam membentuk keberanian dan mental atlet sejak dini.
“Tujuannya untuk melatih mental karena mereka merupakan pemula. Harapannya, mudah-mudahan ke depannya kami lebih semangat lagi untuk berlatih,” kata Haryadi.
Ia berharap pengalaman bertanding dalam festival tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan konsisten menjalani latihan.
Festival/Pertandingan Karate INKAI Kotabaru 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mencetak karateka Kotabaru yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
(Eca)














