Kecewa PTM Ditunda, Wakil Rakyat HST Ini Desak Pemerintah Lakukan Persiapan Maksimal

Yajid Fahmi A.S,
Yajid Fahmi A.S, Anggota DPRD HST

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH Seyogianya, 39 sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada 12 Juli lalu, namun pemerintah setempat mengambil kebijakan untuk melakukan penundaan, seiring hasil evaluasi Satgas Covid-19 mengenai perubahan status kasus wabah virus corona di HST, yang dari semula zona kuning menjadi oranye.

Sebelumnya, pada tanggal 21 hingga 25 Juni, tiga sekolah telah melaksanakan simulasi PTM, yaitu, SMPN 1 Barabai, SDN 1 Barabai Timur, dan TK Negeri Pembina Barabai, yang ternyata pelaksanaan PTM-nya ditunda selama satu pekan.

Advertisement

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) HST Muhammad Anhar menerangkan, selain mengikuti instruksi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya juga mempertimbangkan laporan dari Satgas Covid-19 tingkat kabupaten, yang menyatakan terjadi laju penyebaran terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sebelumnya kita berada di zona kuning, dalam dua minggu terakhir kita naik ke zona oranye, itu yang menjadi pertimbangan kita,” papar Anhar saat ditemui di halaman Kantor Bupati HST, Senin (12/07/2021).

Menyoroti penundaan ini, Anggota DPRD HST Yajid Fahmi A.S., mendorong pemerintah daerah, terutama dinas terkait, untuk mempersiapkan maksimal PTM agar tidak terjadi penundaan lagi.

“Sudah cukup rasanya kita menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka, apalagi daerah tetangga sudah ada yang melaksanakannya. Penundaan ini akan berdampak terhadap mutu SDM masa depan di Hulu Sungai Tengah,” kata Yajid.

Dalam mempersiapkan PTM, selain menerapkan protokol kesehatan secara maksimal, ia juga mendorong pihak terkait memberikan pemahaman kepada para peserta didik, mengenai metode PTM dalam situasi pandemi.

“Peserta didik perlu terbiasa dengan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan secara ketat, ini akan memerlukan waktu untuk penyesuaian,” lanjut Yajid.

Selain itu, ia juga menyayangkan minimnya ketersediaan vaksin, di saat pemerintah daerah sedang mempersiapkan PTM, justru dihadapkan pada kurangnya pasokan, padahal unsur pendidikan sangat antusias mengikuti vaksinasi.

“Kita menyarankan dinas terkait agar terus berupaya meminta ke pemerintah pusat, agar apa yang menjadi kebijakan seperti halnya pembelajaran tatap muka, bisa selaras dengan kesiapan ketersediaan vaksin,” tutupnya.

Usai penundaan, 19 Juli mendatang Pemerintah Kabupaten HST berencana kembali melaksanakan simulasi PTM di sekolah yang berada di zona kuning. Sementara itu, untuk pembahasan lebih lanjut, Dinas Pendidikan HST akan menggelar rapat dengan Satgas Covid-19 pada hari ini (14/07/2021).

Reporter : Chandra
Editor. : Ahmad MT

Advertisement