JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Keluarga besar Rizki (28), pria yang meninggal dunia usai mendapat perawatan di IGD RSUD Ulin Banjarmasin, berharap polisi segera mengungkap dugaan penganiayaan yang menimpa almarhum.
Rizki adalah warga Gang Musyawarah Jalan Aes Nasution Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Farmi, tante korban yang selama ini mengurus Rizki, menuturkan awal mula dirinya mendapat kabar duka tersebut. Saat kejadian, ia berada di rumah yang tak jauh dari lokasi.
“Lalu dapat kabar dari warga kalau Rizki terkapar bersimbah darah,” ujarnya saat ditemui di rumah duka, Selasa (18/11/2025).
Mendengar informasi itu, Farmi langsung bersiap menuju lokasi. Namun, setiba di sana, Rizki sudah lebih dahulu dievakuasi relawan menggunakan ambulans. Peristiwa itu disebut terjadi usai salat Isya.
“Kejadiannya itu sekitar pukul 8 malam lewat,” tambahnya.
Farmi kemudian menyusul ke rumah sakit untuk memastikan kondisi keponakannya. Ia mengaku selama ini yang mengurus kebutuhan Rizki.
“Karena Rizki ini sudah tidak ada punya orang tua,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sesampainya di rumah sakit, Farmi melihat luka yang diderita Rizki cukup parah di beberapa bagian tubuh.
“Belum lama menjalani perawatan, sekitar pukul 10-an malam kalau tidak salah, dia dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” ungkapnya.
Farmi menyebut, dari penjelasan dokter, luka yang dialami keponakannya diduga kuat akibat benda tumpul.
“Luka yang cukup parah itu ada di bagian pelipis dan juga kepala bagian belakang,” terangnya.
Karena itulah pihak keluarga menduga Rizki menjadi korban penganiayaan.
“Kami juga belum tahu pasti, sementara masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian, karena pihak kepolisian juga sudah ada datang tadi malam,” jelas Farmi.
Meski begitu, ia berharap apabila benar ada unsur penganiayaan, pelaku bisa segera ditangkap.
“Kita berharap pelakunya bisa dihukum yang seberat-beratnya dan motifnya bisa terungkap kalau memang ini karena penganiayaan. Tapi kalau melihat keadaan korban dan juga penjelasan dari dokternya, ini jelas karena penganiayaan,” pungkas Farmi.
Keterangan sebelumnya dari relawan Emergency Allay mengatakan, korban saat ditemukan dan dievakuasi sudah dalam kondisi yang cukup parah.
“Lukanya yang terlihat itu ada pada bagian kepala, luka robek dan juga luka memar,” ujar pihak relawan di waktu yang sama.
Ia juga mengatakan, masih belum mengetahui secara pasti penyebab kematian korban dan juga bagaimana kronologis kejadian tersebut.
“Karena yang menemukannya itu warga, kita hanya membantu proses evakuasi saja,” pungkasnya.
(Api/Ahmad M)














