Keluarga Terduga Pelaku Tindak Pidana Terorisme di Kalsel Mendapat Bantuan Usaha

Teroris di kalsel
Kegiatan kunjungan dan pembinaan FKPT Kalsel ke salah satu keluarga terduga tindak pidana terorisme di Banua Anyar

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tidak hanya melakukan tindakan, Densus 88 Anti Teror bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalsel juga melakukan pembinaan terhadap keluarga terduga pelaku tindak pidana terorisme.

Seperti yang diberikan kepada orang tua ND (24), warga Kecamatan Banjarmasin Utara.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Pembinaan tersebut diberikan sebagaimana bentuk perhatian pemerintah kepada terduga pelaku tindak pidana terorisme dan juga keluarganya yang turut menjadi korban.

Diketahui sebelumnya, ND diamankan di rumahnya pada 2020, karena dianggap salah satu kawanan sindikat terorisme yang sempat meramaikan pemberitaan dan media sosial di Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Saat ditemui awak media, BA, orang tua ND, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pembinaan yang telah diberikan dalam melakukan usaha tambak ikan lele.

“Alhamdulillah, semoga bapak-bapak ini (Densus 88 Anti Teror dan FKPT) bisa tetap perhatian terhadap hidup kami yang sudah seperti ini. Oleh sebab itu, saya ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak semua yang telah membantu kami,” ujar pria tersebut.

“Mudah-mudahan pengembangan atau tambak ikan lele ini bisa berkembang, sehingga ada usaha untuk kami dan dapat menutupi kebutuhan kami sehari-hari,” tambahnya.

Selama ini, BA melakukan usaha serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ia juga menuturkan, setelah adanya pembinaan ini, anaknya sudah mulai menjadi lebih baik lagi.

“Alhamdulillah, saat ini anak saya sudah mulai bisa terbuka dengan saya, apalagi kami bisa dibantu melakukan video call dalam waktu tertentu,” tuturnya.

Selain itu, ia juga turut mengimbau kepada orang tua lainnya, agar bisa dapat lebih memperhatikan anak-anaknya.

“Untuk yang belum terjadi atau terjerumus, lebih diperhatikan lagi untuk anak-anaknya, seperti pergaulannya sehari-hari harus lebih diwaspadai lagi,” tutup BA.

Sementara itu, Kabid Pemuda dan Pendidikan FKPT Kalsel Muhammad Hafizh Ridha mengatakan, pihaknya mengedepankan pendekatan yang humanis.

“Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengubah pandangan masyarakat, karenakan selama ini kesannya hanya ada eksekusi atau penangkapan saja,” tambahnya.

“Semoga saja bisa diterima dan mengubah pandangan masyarakat, kalau pascapenangkapan, pihak Densus 88 dan FKPT juga akan melakukan pembinaan terhadap pelaku dan juga keluarganya,” sambungnya.

Terkait masalah pemberian bantuan atau pembinaan kepada keluarga terduga pelaku, jelas Hafizh, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan, untuk menentukan usaha apa yang akan dibina.

Hafizh juga berharap, ke depannya dapat memaksimalkan lagi kegiatan pembinaan ini, sehingga bisa membantu para keluarga terduga pelaku.

Adapun pembinaannya dilakukan dengan berbagai program, di antaranya seperti penjahit, usaha tambak ikan, hingga dibantu menjadi nelayan, dan lainnya, sesuai keinginan serta kemampuan keluarga terduga pelaku.

Reporter : Ihsan
Editor     : Ahmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]