Mencari Awal Hidup Dan Akal Sehat

Oleh : I.B.G Dharma Putra

Banyak ilmuwan yang mencoba mencari asal muasal hidup dan kehidupan seolah tidak percaya bahwa hidup adalah ciptaan Tuhan seperti apa adanya. Sengaja dikatakan seolah tak percaya Tuhan, karena senyatanya tidaklah begitu. Hakikat pencarian tersebut adalah keinginan kuat untuk bertemu dengan causa prima, Tuhan itu sendiri.

Aristoteles berkeyakinan bahwa hidup terjadi secara spontan dan hidup berasal dari benda mati. Keyakinan itu didasari pengamatan terhadap ikan sungai yang sepertinya tumbuh dari lumpur. Beberapa ilmuwan pendukung melakukan percobaan pada tanah ataupun jerami yang direndam di air. Ternyata muncul cacing atau jentik. Keyakinan Aristoteles makin diyakini kebenarannya serta menjadi teori abiogenesis/generasio spontanea.

Perdebatan panjang antara pendukung serta penentang teori tersebut mewarnai jagat pengetahuan cukup lama, sampai hadirnya pembuktian Louis Pasteur yang mematahkannya. Dengan bukti yang mantap, ia memunculkan adagium, omni vivo ex ovum, omni ovum ex vivo, omni vivom ex vivo, bahwa makhluk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, dan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain. Dipopulerkan sebagai teori biogenesis.

Perdebatan tak pernah berhenti sampai saat ini, sebab telur terawal tak pernah terbuktikan, makhluk hidup terawalpun tak pernah terbukti. Ketidaktahuan tersebut menjadi guyon dalam percakapan keseharian, mana yang lebih dahulu, ayam ataukah telur. Perdebatan merangsang keinginan untuk penelitian cara lain, mencoba menggali informasi asal usul makhluk hidup secara kimiawi.

Alexander Oparin berteori, bahwa diawalnya, atmosfer purba terisi metana (CH4), amonia (NH3), uap air (H2O), dan gas hidrogen (H2). Oleh adanya pemanasan energi alam, berupa sinar kosmis dan halilintar, gas-gas tersebut mengalami perubahan menjadi kehidupan. Dan secara nyata, setelah dilakukan ledakan listrik terhadap unsur N, C, H, serta O, ternyata yang terjadi hanyalah molekul organik bagian asam amino. Asam amino sendiri merupakan bagian protein, dan protein adalah bagian dari tubuh atau jasad makhluk hidup, tetapi bukan bagian yang hidup, dan masih berjarak sangat jauh dengan awal terjadinya kehidupan.

Dialog tentang asal muasal hidup, kehidupan, tetap berlangsung. Keinginan mengungkapkan misteri kehidupan berkembang sesuai dengan pertumbuhan zaman. Walaupun asal muasal hidup masih tertutup misteri, tetapi kondisi alam mulai sedikit terungkap. Alam semesta bak kumpulan asam amino yang mempunyai perannya masing-masing secara detail, serta tidak pernah salah, memantik kesadaran sekaligus mengungkapkan bukti bahwa tidak ada kebetulan dalam semesta, semua yang ada telah direncanakan keberadaannya oleh yang Maha Pencipta.

Demikian juga kondisi tubuh manusia, ada banyak sistem biologis yang mengatur, sistem yang saling bekerja sama secara sempurna. Kondisi internal tubuh manusia selayaknya didalami serta dipahami sehingga tidak lupa pada yang Maha Pencipta. Dengan demikian, proses pencarian awal kehidupan sekaligus merupakan proses pencarian Tuhan, akan menjadi penyebab semakin berkembangnya pengetahuan, berjalan seiring dengan kegunaannya bagi kesempurnaan kehidupan.

Patut diduga, semua ilmuwan yang meneliti awal kehidupan adalah manusia yang ingin bertemu penciptanya dan mempercayai kitab suci, karena penelitiannya dimulai dari meneliti tanah (Aristoteles). Kemudian meneliti unsur tanah, api, air, udara, ruang hampa, serta ledakan listrik (Oparin). Ataupun pecaya bahwa memang sudah seperti itu adanya (Louis Pasteur).

Semua pembuktian tentang asal mula hidup, dapat dikategorikan pencarian eksistensiNya. Penelitian pada hakikatnya ingin memberi bukti kebenaran kitab suci dan ajaran agama, sekaligus memberi bukti bahwa sejak awal, ilmu pengetahuan ataupun kegiatan ilmiah tak terpisahkan dengan kepercayaan pada Tuhan. Ilmu pengetahuan dan ilmu agama memang diciptakan untuk saling melengkapi, sehingga berTuhan adalah berakal sehat dan sekaligus berarti beragama selayaknya mencerahkan serta menggunakan akal sehat.

Tulisan ini mengalir menjadi lucu di bagian akhirnya, karena yang dicari asal muasal kehidupan, ternyata yang ditemukan adalah pengunaan akal sehat dalam beragama.


*Penulis adalah seorang ahli epidemiologi, yang juga pernah menjadi Direktur RSJ Sambang Lihum Provinsi Kalimantan Selatan