Padel vs Tenis: Mirip, tapi Kenapa Rasanya Beda? Ini Penjelasannya

olahraga padel semakin menjamur di Indonesia (dokumentasi Perkumpulan Padel Seluruh Indonesia)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Belakangan ini, olahraga padel makin sering dibicarakan. Banyak yang bilang sekilas mirip tenis. Sama-sama pakai raket, sama-sama pukul bola. Tapi begitu dicoba, rasanya ternyata beda.

Perbedaan paling terasa ada di lapangan. Kalau tenis dimainkan di lapangan luas tanpa pembatas, padel justru dimainkan di lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca. Menariknya, bola yang memantul ke dinding itu masih bisa dimainkan lagi. Jadi permainan terasa lebih hidup, bahkan kadang juga bikin kaget karena arah bola bisa berubah tiba-tiba.

Dari peralatan juga sudah kelihatan beda. Raket tenis punya senar, sementara raket padel padat tanpa senar dan biasanya berlubang-lubang. Bola padel juga sedikit lebih “kalem”, tidak secepat tenis, sehingga permainan terasa lebih santai dan mudah diikuti, bahkan untuk pemula.

Soal cara bermain, padel hampir selalu dimainkan berpasangan. Ini yang bikin suasananya terasa lebih seru karena ada kerja sama tim. Sementara tenis bisa dimainkan sendiri atau ganda, tapi kalau tunggal, jelas lebih mengandalkan kemampuan individu.

Gaya permainannya pun punya karakter masing-masing. Tenis cenderung mengandalkan tenaga, teknik, dan stamina. Sedangkan padel lebih menekankan strategi, refleks, dan penempatan bola. Banyak yang bilang padel lebih cepat “nyantol” buat yang baru pertama kali mencoba.

Kalau ingin olahraga yang menantang secara teknik dan fisik, tenis tetap jadi pilihan. Tapi kalau ingin yang lebih santai, fun, dan bisa jadi ajang kumpul bareng teman, padel jelas menarik untuk dicoba. (Viz)