JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat (DPP) PERBASI melalui Bidang Database merampungkan proses verifikasi data keanggotaan sebagai bagian dari implementasi Satu Data Nasional Bola Basket Indonesia.
Hasil pemutakhiran menunjukkan sebanyak 1.424 klub telah terverifikasi. Selain itu, tercatat 30.610 pemain, 2.883 pelatih, 511 wasit, serta 351 kota/kabupaten PERBASI di seluruh Indonesia. Platform Database PERBASI juga memverifikasi 1.424 ofisial tim.
Ketua Bidang Database DPP PERBASI Jamin Mattotoran mengatakan, seluruh data tersebut telah terdaftar sebagai bagian dari Keanggotaan Digital PERBASI yang resmi dan terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah.
“Pendataan ini menunjukkan komitmen seluruh unsur organisasi dalam mendukung implementasi Satu Data Nasional Bola Basket Indonesia yang terhubung mulai dari DPP, DPD provinsi, hingga PERBASI kabupaten/kota dan klub,” ujar Jamin.
Menurutnya, data yang telah diverifikasi diharapkan menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan serta memperkuat pembinaan prestasi bola basket nasional.
“Ke depan, data ini dapat memperkuat pembinaan prestasi serta menjadi dasar pengambilan keputusan di lingkungan PERBASI,” tambahnya.
Jamin menjelaskan, data tersebut juga menjadi landasan administratif bagi organisasi dan sumber daya manusia di lingkungan PERBASI dalam menjalankan aktivitas pembinaan, kompetisi, serta program resmi.
Ia menilai, proses pendataan ini merupakan langkah strategis dalam membangun tata kelola organisasi yang lebih profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Penginputan data menjadi instrumen untuk memonitor aktivitas kompetisi dan event basket di daerah, sekaligus merapikan pendataan klub, pemain, dan wasit,” katanya.
Proses pengembangan database ini dimulai sejak sosialisasi pada peringatan HUT ke-74 DPP PERBASI di Solo pada Oktober 2025. Selanjutnya, dilakukan serangkaian kegiatan lanjutan, mulai dari sosialisasi resmi, workshop daring pada Desember 2025, hingga asistensi dan pendampingan pengisian data pada 2026.
Gelombang pertama pengisian data berlangsung hingga Juni 2026. Kemudian pada akhir Juli 2026, DPP PERBASI membuka kembali akses bagi klub yang sebelumnya berstatus suspended agar dapat melengkapi data untuk diverifikasi.
Jamin juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPD provinsi dan PERBASI kabupaten/kota, untuk terus mendorong klub melakukan penginputan data secara aktif.
“Seluruh kegiatan organisasi ke depan akan berlandaskan database PERBASI. Karena itu, kami mengajak seluruh insan bola basket untuk segera melengkapi data sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Melalui sistem database yang terintegrasi, PERBASI berharap pengelolaan organisasi dan pengembangan prestasi bola basket Indonesia dapat berjalan lebih terarah dan berbasis data. (Viz)













