PUPR Banjarmasin Targetkan Serap Penuh DAK Sanitasi Rp2,3 Miliar

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya saat dikonfirmasi, Rabu (24/6). (Foto: Ih)

JURNALAKLIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat merealisasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi senilai Rp2,3 miliar, Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk pembangunan 200 toilet bertangki septik skala individual, yang dipastikan mulai dikerjakan pada Juni 2026.

Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya, mengatakan proyek tersebut tetap berjalan sesuai perencanaan awal dan difokuskan pada peningkatan akses sanitasi layak bagi masyarakat.

Sebanyak 200 toilet bertangki septik akan dibangun di empat kelurahan, yakni Kuin Utara, Basirih, Murung Raya, dan Mantuil.

“Untuk proyek toilet tangki septik tersebar di empat kelurahan tersebut,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Chandra, program ini menyasar warga yang masih menggunakan jamban serta rumah tangga yang belum memiliki fasilitas sanitasi sesuai standar kesehatan dan lingkungan yang ditetapkan pemerintah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui skema swakelola dengan melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksana di lapangan. Saat ini proses kontrak dengan KSM telah rampung sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.

“Saat ini sudah kontrak dengan KSM. Targetnya selesai November 2026,” katanya.

Chandra menegaskan pihaknya menargetkan seluruh anggaran DAK sebesar Rp2,3 miliar dapat terserap secara optimal.

Selain untuk menghindari pengembalian dana ke pemerintah pusat, proyek tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program prioritas nasional di sektor sanitasi.

Sebelumnya, keberlanjutan proyek sempat berada dalam situasi kritis. DAK sanitasi itu terancam hangus apabila hingga 22 Juli 2026 belum menunjukkan kepastian pelaksanaan pekerjaan.

Kondisi tersebut dipicu adanya kendala administrasi dan penyesuaian regulasi dari pemerintah pusat yang mengharuskan keterlibatan KSM dalam pelaksanaan proyek berbasis masyarakat.

“Prosesnya sempat terkendala karena regulasi pusat mewajibkan keterlibatan KSM dalam proyek,” ungkap Chandra.

Dengan selesainya proses kontrak dan dimulainya pekerjaan fisik, Pemko Banjarmasin optimistis target serapan anggaran dapat tercapai sekaligus meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat di empat kelurahan penerima program.

Keberadaan toilet bertangki septik tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik sanitasi tidak layak dan mendukung peningkatan kesehatan lingkungan di kawasan permukiman warga.

(Ih/Ang)