Tantangan Berat di Hari ke-16: Kondisi Jenazah Menurun, Pencocokan DNA Jadi Tumpuan Keluarga

Press rilis hasil identifikasi korban KM Virgo 8, Senin (28/9) mlalam. (Foto: Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Harapan keluarga korban KM Virgo Transport 8 kembali mendapat titik terang. Memasuki hari ke-16, Tim Disaster Victim Indentification (DVI) Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, bersama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, berhasil mengidentifikasi 16 jenazah.

Dengan hasil terbaru ini, 41 jenazah yang telah diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin berhasil diketahui identitasnya.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kalsel Kombes Pol dr. Moch Sofwan mengatakan, proses identifikasi terus dilakukan terhadap jenazah yang baru diterima, baik yang ditemukan dari lokasi kapal maupun dari wilayah Kalimantan Tengah.

“Belum teridentifikasi 29 orang. Dari total 70 korban yang telah diterima,” ujarnya saat konferensi pers di RS Bhayangkara, Senin (28/9/2026) malam.

Proses identifikasi kini menghadapi tantangan lebih berat. Kondisi jenazah yang ditemukan setelah berhari-hari membuat sejumlah metode pemeriksaan tidak lagi bisa diandalkan.

Kepala Bidang DVI Pusat Dokkes Polri Kombes Pol dr. Wahyu Hidajati menjelaskan, proses pembusukan menyebabkan perubahan pada struktur wajah, kerusakan sidik jari, hingga hilangnya bagian tubuh tertentu.

“Jadi tim forensik tidak lagi dapat mengandalkan pemeriksaan sidik jari, karena kondisi jenazah,” urainya.

Sebagai gantinya, tim DVI menggunakan sejumlah metode lain, mulai dari pemeriksaan ciri medis, gigi, barang atau properti yang melekat pada korban, hingga pencocokan DNA.

Sampel DNA korban juga dikirim secara berkala ke laboratorium di Jakarta. Pemeriksaan tersebut membutuhkan waktu sedikitnya lima hari, sehingga pihak keluarga diminta bersabar menunggu.

Di tengah kondisi tersebut, tim DVI tetap bekerja setiap hari tanpa libur. Setiap jenazah yang tiba langsung diperiksa dan dicocokkan dengan data antemortem yang telah dikumpulkan dari pihak keluarga.

Langkah ini dilakukan, agar proses identifikasi sekaligus penyerahan jenazah kepada keluarga dapat dilakukan secepat mungkin.

Hingga kini, Tim DVI masih terus melakukan pencocokan data postmortem dan antemortem terhadap 29 jenazah yang belum teridentifikasi.

Keluarga korban pun diminta terus memberikan dukungan dan doa, agar seluruh jenazah yang masih dalam proses pemeriksaan dapat segera diketahui identitasnya.

(Tius/Ahmad M)