Terungkap Penyebab Antrean Solar, Begini Kata Hiswana Migas Kalsel

Sebab solar susah
Sejumlah truk mengantri BBM | Foto : MI/Denny Susanto

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Plt. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas Kalimantan Selatan Syarifah Rugayah, mengungkapkan penyebab terjadinya antrean truk mengisi solar bersubsidi, akibat disparitas harga yang cukup jauh antara Dexlite dengan Biosolar.

“Kita tidak tahu apakah ini pelansir atau bukan, yang jelas SPBU menjual sesuai ketentuan pemerintah sebanyak 75 liter. Apabila mereka mau membeli lebih, harus membuat surat permohonan dengan alasan yang jelas,” ungkapnya.

[feed_them_social cpt_id=59908]
Hiswana migas
Plt Ketua Hiswana Migas Kalsel Syarifah Rugayah bersama Sekretaris Hiswana Migas Kalsel HM. Irfani

Diakuinya dengan kondisi seperti ini,  membuat pengusaha SPBU pusing. Bahkan lanjut Syarifah pada rakernas kemarin di Jakarta, para pengusaha banyak yang mengusulkan supaya harga Biosolar dinaikkan dan Dexlite diturunkan.

“Harga Biosolar Rp5.150,00, per liter sedangkan Dexlite Rp11.250,00. Seandainya selisihnya tidak terlalu jauh, mungkin tidak akan terjadi lagi antrean,” kata pengusaha SPBU ini.

Selain itu, tambah Syarifah, kuotanya juga tidak mencukupi, lantaran adanya pertambahan kendaraan bermotor setiap tahunnya.

“Kuota kita saat ini untuk Biosolar sekitar 240.000 kl per tahun. Untuk itu, kami meminta agar harga Biosolar dinaikkan dan Dexlite diturunkan serta kuota kita ditambah,” pintanya.

(Saprian/Achmad MT)

[feed_them_social cpt_id=57496]