Tiga Narapidana Narkoba Kalsel, Dipindahkan ke Blok Super Maksimum Nusakambangan

Tiga napi dalam perjalanan pemindahan dikawal ketat aparat

JURNALKALIMANTAN.COM, NUSAKAMBANGAN – Guna memberikan efek jera terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terpidana akibat terlibat penyalahgunaan narkotika, Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan memindahkan 3 narapidana ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan.

Hal ini merupakan bukti komitmen pihaknya untuk memberantas peredaran gelap narkotika, sekaligus pengendalian risiko gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas maupun rutan.

Pemindahan tersebut dilakukan bukan kepada narapidana biasa, namun bagi yang juga mantan petugas pemasyarakatan yang tebukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Hal itu dilakukan pada Jumat lalu dengan hati-hati dan dikawal ketat Tim Gabungan Pemasyarakatan dan Kepolisian, uantuk memastikan pemindahan berjalan lancar.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Sri Yuwono yang mewakili Kakanwil Lilik Sujandi menyampaikan, bahwa tidak ada toleransi bagi petugas yang berani bermain-main dengan narkotika.

“Selain sanksi pemecatan, kita juga akan langsung tempatkan petugas yang berani-berani berurusan dengan barang haram tersebut ke Nusakambangan,” ucapnya melalui siaran persnya, Selasa (13/09/2022).

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel juga menegaskan, pihaknya tak main-main soal pemberantasan penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan jajarannya.

“Pemindahan eks pegawai yang terlibat narkotika ke Lapas Nusakambangan juga menjadi wanti-wanti bagi pegawai lainnya, agar jangan berani-berani berurusan dengan narkotika dan sejenisnya, karena sanksi tegas sudah menanti, yaitu pemecatan, dan kita kirimkan langsung ke Lapas Nusakambangan,” ucapnya.

Pemindahan WBP tersebut berjalan lanacar, diterbangkan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru menuju Semarang, untuk selanjutnya diseberangkan ke Pulau Nusakambangan. Selama berada di lapas terkenal tersebut, ketiga WBP akan mendekam di blok hunian dengan pengawasan super maksimum.

Pemindahan ini juga diiringi pemindahan WBP lain antarlapas maupun rutan dalam wilayah Kalsel, dan antarwilayah dari Kalsel ke provinsi lain, yang melibatkan 824 orang, untuk mengendalikan tingkat over kapasitas.

Editor : Achmad MT