JURNALKALIMANTAN.COM, KAPUAS – Guna meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Puskesmas di lingkup Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) tahun 2022.
Kegiatan ini dihadiri 20 peserta, mulai dari pejabat RSUD, hingga pejabat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan beberapa perwakilan Puskesmas.
Selain untuk menyamakan presepsi, sinkroninasi, dan harmonisasi, penyusunan RBA ini diinginkan dapat meningkatkan kinerja pelayanan.
“Terima kasih atas kehadiran narasumber yang dapat menyempatkan diri di tengah kesibukannya, dengan harapan materi yang diberikan dan dari hasil diskusi, bisa menjadi solusi untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Direktur RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dr. Agus Waluyo, di Aula Diklat RSUD Kapuas, Rabu (07/07/2021).
Hadir memberikan materi, adalah Dr. M. Ramadhan, S.E., M.E., Ak., C.A., praktisi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Provinsi Kalimantan Selatan, yang memaparkan tentang regulasi penyusunan RBA, 10 fleksibilitas yang diberikan BLUD, seperti pengelolaan pendapatan dan pengelolaan belanja serta pembiayaan yang tercermin pada prognosa dan proyeksi kinerja layanan, manfaat, dan keuangan di RBA, serta lainnya.
“Selain hal itu, peran serta Dinas Kesehatan setempat sebagai pembina teknis dan BPKAD sebagai pembina keuangan, sangat diperlukan dalam hal kelancaran BLUD RSUD dan Puskesmas,” tegasnya.
Setelah satu setengah jam pemaparan materi, dilakukan pula diskusi interaktif selama 4 jam oleh peserta dengan narasumber, sehingga mendapat pencerahan atas pemecahan masalah yang dialami.
“Paparan yang sangat lugas dari narasumber, menjadikan solusi atas kegalauan kami selama ini membina BLUD Puskesmas,” kata Eka, salah seorang peserta dari Dinkes Kapuas.
Sementara itu, Hasanul, dari Puskesmas Anjir Serapat, merasa tercerahkan dengan Bimtek ini, karena selain mendapat materi dari narasumber, juga diberikan templat RBA yang bisa menjadi referensi bagi puskesmas lain dalam menyusun RBA BLUD yang lebih baik.
“Diharapkan di masa mendatang lebih ditingkatkan lagi kegiatan seperti ini, agar kompetensi pengelola BLUD di RSUD dan Puskesmas lebih meningkat, dalam rangka akuntabilitas untuk mendukung peningkatan kinerja layanan dan manfaat serta keuangan BLUD,” tutup Yuli, peserta lainnya, yang juga Kabag Keuangan RSUD Kapuas.














