JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Konsep wisata literasi yang ramah anak dan nyaman menjadi salah satu daya tarik Perpustakaan Palnam di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.
Berlokasi di Jalan A. Yani Kilometer 6, perpustakaan ini hampir setiap hari ramai dikunjungi pemustaka dari berbagai kalangan, khususnya anak-anak usia dini dari lembaga pendidikan.
Selain layanan perpustakaan umum, area perpustakaan anak menjadi salah satu fasilitas yang paling diminati. Sejumlah lembaga pendidikan secara bergantian datang mengikuti kegiatan wisata literasi, kali ini dari TK Ar-Raudah Banjarmasin yang membawa 67 anak didik.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh petugas perpustakaan dan langsung diarahkan menuju area layanan anak.
Sebelum memanfaatkan koleksi buku dan fasilitas yang tersedia, para peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan panggung gembira yang dikemas secara interaktif. Kegiatan tersebut diisi dengan kuis edukatif serta dongeng yang disampaikan secara menarik dan komunikatif.
Usai kegiatan, anak-anak diajak menikmati berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang baca anak, yang dilengkapi aneka permainan edukatif hingga area bermain di dalam dan luar ruangan.
Suasana yang nyaman dan menyenangkan membuat anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu guru pendamping, Zuraida Melani Saputri, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas layanan yang diberikan Perpustakaan Palnam. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini.
“Ini sudah angkatan kedua kami berkunjung ke sini. Anak-anak sangat antusias karena sebagian besar baru pertama kali datang ke perpustakaan,” ujarnya usai kegiatan, Jum’at (13/2/26).
Ia juga memuji layanan perpustakaan anak yang dinilai edukatif, ramah anak, dan menghibur.
“Petugasnya sangat ramah, tempatnya juga nyaman dan luas, sehingga anak-anak betah,” pungkasnya.
Melalui kegiatan wisata literasi tersebut, Perpustakaan Palnam terus berupaya menghadirkan layanan inklusif dan menyenangkan, sekaligus menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak dalam mengenal perpustakaan sejak dini.
(Adv/Ang)














