Wow! Ada Agrowisata Mini di Kuin Cerucuk

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN Lahan produktif yang dimanfaatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, sebagai tempat Agrowisata Kawasan Pangan Lestari di Jalan Belitung Darat, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, memiliki magnet tersendiri bagi masyarakat.

Ketua KWT Anggrek, Faridah mengatakan, bahwa di atas lahan yang selama ini digunakannya bersama anggotanya, telah ditanami berbagai macam tanaman, seperti cabe, tomat, jagung, timun serta terong.

“Sistemnya di sini mereka datang, petik, lalu timbang dan bayar. Tentunya harganya lebih murah dari harga di pasaran,” Kata Farida saat ditemui jurnalkalimantan.com di lahan yang dikelolanya, Kamis (27/08/2020).

Farida yang juga menjabat sebagai Ketua Rukun Tetangga 11 ini menegaskan, bahwa pihaknya masih menemui sejumlah kendala, seperti lahan yang terendam saat air pasang tinggi, sehingga banyak tanaman yang rusak dan mati. Selain itu, lahan yang dikelolanya ini juga masih berstatus pinjam pakai dari warga selama 4 tahun.

“Kami berharap kepada Pemerintah Kota Banjarmasin agar dapat membelikan lahan ini, agar kami kelola sepenuhnya, sehingga KWT Angrek bisa maksimal dalam memanfaatkan lahan produktif yang menjadi agrowisata ini,” harap Farida.

Selain lahan yang ada tersebut, kelompoknya juga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai macam sayuran.

Hadirnya agrowisata ini turut menjadi perhatian Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Saut Nathan Samosir. Selepas meninjau langsung Kawasan Wisata Sungai Duyung, ia menyempatkan diri untuk melihat lahan produktif yang dikelola KWT Anggrek ini, dan mengaku terkejut serta tidak menyangka ada kawasan agrowisata di lokasi yang sering dilewatinya. 

Saut Nathan Samosir, Anggota DPRD Kota Banjarmasin F-PDIP

“Kita sangat mendukung dengan apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat, agar lahan ini bisa digarap maksimal, oleh karenanya pemerintah harus memberikan perhatian yang serius, sesuai dengan program yang ada dari dinas terkait,” beber Samosir.

Dari pengamatannya, Samosir melihat masih ada semak belukar dan bagian yang belum tergarap sepenuhnya, sehingga ia meminta pemerintah bisa membeli lahan ini, dan dipinjam pakaikan, agar makin banyak kegiatan produktif yang bisa dilakukan masyarakat.

“Pada prinsipnya kita sangat mendukung, dengan harapan dinas terkait bisa berbuat, jangan hanya sekadar awalnya saja, tapi setelah itu dilepas, artinya mulai dari awal sampai berhasil harus terus dibimbing oleh pemerintah,” tandas Samosir. 

Editor : Ahmad MT