JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali meningkat setelah empat gunung api tercatat erupsi dalam waktu berdekatan, yakni Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda), Gunung Semeru (Jawa Timur), Gunung Ili Lewotolok (NTT), dan Gunung Ibu (Maluku Utara).
Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa erupsi yang terjadi hampir bersamaan tersebut merupakan fenomena alami dan tidak saling berkaitan satu sama lain.
Melalui unggahan resminya, Badan Geologi menegaskan bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang memiliki banyak gunung api aktif, sehingga erupsi pada waktu yang berdekatan dapat terjadi secara wajar.
“Beberapa gunung api dapat erupsi pada hari yang sama secara alami, dan ini tidak otomatis berarti ada satu fenomena besar yang menghubungkan semuanya,” tulis Badan Geologi, Senin (7/9/2026), dikutip dari kompas.com.
Badan Geologi juga menekankan bahwa setiap gunung memiliki karakteristik dan sistem magma yang berbeda. Karena itu, perubahan aktivitas harus dilihat berdasarkan pola masing-masing gunung, bukan diasumsikan saling memicu.
Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, turut menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan dengan dinamika tektonik global di wilayah Ring of Fire.
Menurutnya, Indonesia berada di zona pertemuan tiga lempeng besar, yakni Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia, yang menyebabkan aktivitas vulkanik dan kegempaan relatif tinggi.
“Erupsi yang terjadi berdekatan lebih karena masing-masing sistem vulkanik telah mencapai tekanan kritis, bukan karena adanya hubungan langsung antar gunung api,” jelasnya.
Ia menegaskan tidak ada “jalur magma bersama” yang menghubungkan satu gunung dengan lainnya, sehingga erupsi tidak saling memicu.
Perbedaan tinggi kolom abu dari masing-masing gunung juga mencerminkan karakter magma, kandungan gas, dan tingkat tekanan yang berbeda di setiap sistem vulkanik.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG terkait perkembangan aktivitas gunung api di Indonesia. (Viz)













