JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO TIMUR – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul masih ditemukannya sejumlah titik panas yang sulit dijangkau petugas.
Hingga akhir September 2026, BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur mencatat 704 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 671,5 hektare.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Kamis (1/10/2026).
Rapat tersebut membahas perkembangan karhutla, evaluasi perpanjangan status tanggap darurat, distribusi air bersih, dampak terhadap kesehatan masyarakat, hingga dukungan anggaran penanganan bencana.
Dalam laporan BPBD Damkar, tren kejadian karhutla mulai menurun. Namun, sejumlah titik panas masih mengalami peningkatan dan berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas.
Selain itu, kondisi cuaca yang diperkirakan masih kering hingga Oktober membuat seluruh unsur diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Misnohartaku menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla susulan. Pemutakhiran data kejadian juga diminta dilakukan setiap hari agar kondisi di lapangan dapat dipantau secara akurat.
“Kebutuhan operasional petugas di lapangan juga harus dipastikan terpenuhi,” demikian arahan dalam rapat tersebut, termasuk ketersediaan BBM, peralatan pemadaman, serta dukungan personel dari perangkat daerah.
Posko Kabupaten juga tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi penanganan karhutla.
Dampak karhutla juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur melaporkan terdapat 2.336 kasus gangguan kesehatan terkait kondisi yang terjadi, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta 173 kasus diare selama periode 18 Agustus hingga 30 September 2026.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan kualitas udara sekaligus menyiapkan obat-obatan dan masker bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan juga diperkuat untuk mengantisipasi dampak kondisi lingkungan terhadap kesehatan warga.
Selain kesehatan, kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih turut menjadi perhatian. Hingga saat ini, distribusi air bersih yang telah disalurkan tercatat mencapai 4.460 liter.
Rapat juga mengevaluasi rencana perpanjangan status tanggap darurat, penyaluran bantuan air bersih, dukungan operasional relawan, serta pertanggungjawaban Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Pemerintah Kabupaten Barito Timur meminta seluruh pihak terkait terus memperkuat sinergi dalam penanganan karhutla, melindungi masyarakat terdampak, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran susulan.
(Adv/Mc Bartim)













