HKTI Kabupaten Banjar Gerakkan Pemuda Desa Menjadi Wirausaha 

HKTI Kabupaten Banjar
H. A. Faisal, S.Hut., M.Hum, Ketua HKTI Kabupaten Banjar | Istimewa

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Adanya paradigma negatif “anakku jangan jadi petani” yang beredar dan hampir mendarah daging di kalangan petani, menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Banjar H. A Faisal, S.Hut., M.Hum., haruslah diubah.

Untuk itu, dengan program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) melalui Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP-SPMA) Banjarbaru, HKTI Kabupaten Banjar bertekad mengubah paradigma negatif itu.

“Alhamdulillah kami HKTI Kabupaten Banjar dipercaya Kementerian Pertanian RI menjadi penyedia tenaga mobilizer (penggerak) program YESS,” ucapnya ketika ditemui di Sekretariat HKTI Kabupaten Banjar, Senin (31/05/2021)

“Ada empat aktivitas yang akan dikerjakan oleh program YESS, pertama, rural youth transition to work (peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian). Kedua, rural youth entrepeneurship (pengembangan wirausahawan muda perdesaan). Ketiga, investing to rural youth (fasilitasi akses permodalan). Keempat, enabling environment to rural youth (membangun lingkungan usaha yang kondusif),” sambung Faisal.

Program HKTI Kab. Banjar dalam pengembangan wirausahawan
Halaman Berikutnya