Pemkab Batola Bedah 32 Rumah Tidak Layak Huni di Tahun 2021 

Pemkab Batola Bedah 32 Rumah
Foto : Ilustrasi

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Kuala (Batola) yang dipimpin Bupati Hj. Noormiliyani A.S., S.H. dan Wakilnya H. Rahmadian Noor, S.T., melanjutkan program bedah kampung terintegrasi Rumah Tidak Layak Huni di Tahun 2021 dengan merehab 32 rumah.

Program yang dilaksanakan sejak 2018 ini dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman, yang kali ini menyasar 3 desa di 2 kecamatan, yakni 10 rumah di Desa Jambu Baru Kecamatan Kuripan. Sedangkan di Kecamatan Bakumpai, terdapat di Desa Balukung untuk 14 rumah dan 8 rumah di Desa Palingkau.

Adapun kucuran biayanya mencapai Rp 800 Juta dari Dana Alokasi Umum APBD Batola.

“Satu buah rumah bisa mendapatkan anggaran kurang lebih Rp 25 juta, tergantung tingkat kerusakan rumah yang dibedah,” ungkap Kabid Kawasan Permukiman Akhdiyat Sabari, saat ditemui di ruang kerjanya di Marabahan, Rabu (17/11/2021).

Kabid Kawasan Permukiman Akhdiyat Sabari,
Kabid Kawasan Permukiman Batola, Akhdiyat Sabari

Ditambahkannya, program bedah rumah ini tinggal menyisakan pekerjaan di Desa Jambu Baru yang ditargetkan selesai Desember 2021.

Sedangkan di 2022 direncanakan menyasar 6 Desa, yaini Desa Tabatan dan Tabatan Baru di Kecamatan Kuripan. Desa Belawang, Patih Selera, Rangga Surya, dan Murung Keramat di Kecamatan Belawang.

“Semoga anggaran tahun depan yang direncanakan bisa terpenuhi untuk pencapaian target program ini,” beber Akhdiyat.

Sementara itu, Kepala Desa Jambu Baru Aslianoor, menyampaikan terima kasihnya kepada Pemkab Batola yang telah mencanangkan program ini.

“Alhamdulillah desa kami banyak mendapatkan program ini. Terima kasih kepada bupati dan wakil bupati. Kami berharap program ini masih bisa berlanjut, lantaran masih banyak warga yang berharap rumahnya dapat direhab,” harapnya saat dihubungi via telepon.

Alibana / Ahmad MT