Pemkab Batola Tingkatkan Daya Saing Pekerja Lewat Sertifikasi Konstruksi

Sekda Batola (tengah) membuka kegiatan sertifikasi kontruksi. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Kuala menggelar sertifikasi kompetensi kerja tenaga konstruksi, untuk subklasifikasi jalan, jembatan, gedung, irigasi, dan keselamatan konstruksi jenjang 3, 4, 5, dan 6 di Aula Dinas PUPR, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi agar memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) yang diakui secara nasional, sekaligus mendukung target sertifikasi tenaga kerja konstruksi tahun 2026 sesuai hasil rapor pembangunan nasional.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Barito Kuala, Nidya Oktanazizah, S.T., M.T., mengatakan kegiatan dilaksanakan selama satu hari bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin.
Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 28 peserta dengan total 44 sertifikat kompetensi kerja yang akan diterbitkan.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi sehingga memiliki SKK yang diakses secara nasional, serta mendukung pencapaian target sertifikasi tenaga kerja konstruksi tahun 2026,” ujarnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barito Kuala, H. Zulkipli Yadi Noor, yang menegaskan sertifikasi kompetensi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing pekerja, khususnya tenaga kerja lokal di sektor konstruksi.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing pekerja, khususnya pekerja lokal. Dengan meningkatnya nilai investasi sektor konstruksi, kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dan andal juga semakin besar agar proyek daerah dikerjakan oleh tangan-tangan ahli,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pengembangan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, kondisi geografis yang menantang serta keterbatasan sumber daya manusia terampil menjadikan kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang kompeten, bersertifikat, serta memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja profesional menjadi semakin penting.

Hal tersebut dinilai penting guna menghasilkan pembangunan yang bermutu, tepat guna, dan berhasil guna.

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia sektor konstruksi melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kapasitas.

“Kepada para peserta, saya berpesan ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Gunakan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal,” pesannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PUPR Barito Kuala beserta jajaran, narasumber dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin, Riyan Pramadhana, S.T., serta para peserta dari penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Barito Kuala.

(Adv/Diskominfo)