JURNALKALIMANTAN.COM,BARITO KUALA – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB3A) Kabupaten Barito Kuala (Batola) telah menyiapkan sejumlah inovasi untuk menjawab tantangan Penjabat (Pj) Bupati Mujiyat.
Di antaranya, inovasi layanan pelaporan permasalahan keluarga, yang bisa melalui teknologi informasi tersedia saat ini, guna mengurangi angka kekerasan dalam rumah tangga, termasuk adanya layanan konseling.
“Kita akan memberikan yang terbaik, minimal 1 atau 2 inovasi yang akan kita luncurkan tahun ini,” jelas Kepala Dinas DPPKB3A Batola Hj. Harliani, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/01/2023).
Selain itu, ada 15 program Pj Bupati Batola dan beberapa tugas lainnya yang harus dipenuni satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ini, yang di antaranya berupa peningkatan pencapaian Kabupaten Layak Anak (KLA) dan juga menuju Desa Mandiri.
“Saat ini kami ada 2 pilot Kampung Keluarga Berkualitas dan Peningkatan Kualitas Keluarga,” ujar Kepala Dinas DPPKB3A Batola.
Adapun kampung tersebut salah satunya adalah Desa Samuda di Kecamatan Belawang
“Semoga kegiatan ini didukung lintas sektor, agar bisa berkontribusi nantinya untuk menuju desa mandiri,” tambah Hj. Harliani.
Ia juga menyampaikan, dipilihnya desa tersebut karena memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan.
Berikutnya, DPPKB3A Batola juga berniat bisa menjadi Zona Integritas, dan menjalankan reformasi birokrasi, guna mempermudah masyarakat mendapat layanan yang tersedia.
(Alibana)














