JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Lampu penerangan di bagian puncak Tugu Selamat Datang Marabahan terpantau mati total. Kondisi tersebut membuat salah satu ikon Kabupaten Barito Kuala (Batola) tersebut tampak gelap pada malam hari, berbeda dengan sebelumnya yang terlihat terang benderang.
Pantauan di Bundaran Marabahan pada Rabu malam (4/6/2026), hanya lampu di bagian dasar tugu yang masih berfungsi. Sementara lampu sorot di bagian puncak yang biasanya menerangi ukiran khas Banjar dan motif padi terlihat tidak menyala.
Akibatnya, bentuk serta detail bagian atas Tugu itu tidak tampak jelas saat malam hari. Tugu Selamat Datang Marabahan merupakan salah satu tengaran utama Batola, yang kerap menjadi titik swafoto warga maupun tamu daerah.
Padamnya lampu di bagian puncak dikhawatirkan mengurangi nilai estetika sekaligus daya tarik ikon daerah tersebut, terlebih menjelang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, yang kegiatanya akan dipusatkan di Marabahan pada 16 hingga 26 Juni.
Berdasarkan informasi, pengelolaan dan perawatan Tugu Selamat Datang berada di bawah tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan, agar kondisi tugu kembali terang dan menarik seperti semula.
“Kalau malam gelap begini, tugu kebanggaan Batola jadi kurang menarik. Kami harap DLH Batola cepat turun tangan, biar Tugu Selamat Datang bisa terang lagi dan jadi kebanggaan masyarakat,” ujar salah seorang warga, Kamis (4/6).
Menanggapi hal tersebut, Kepala DLH Abdi Maulana, melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan Fahri mengatakan, anggaran pemeliharaan dan perawatan tugu telah diusulkan pada tahun ini.
“Mudah-mudahan di perubahan anggaran disetujui,” katanya singkat.
(Ali/Ahmad M)













