Pemkab Batola Deklarasi Anti Narkoba bersama Masyarakat Pesisir & Perbatasan

JURNALKALIMANTAN.COM,BARITO KUALA – Dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Pemerintah Kabupaten Barto Kuala, dipimpin Sekretaris Daerah, Zulkipli Yadi Noor, mengikuti Deklarasi Anti Narkoba Masyarakat Pesisir dan Perbatasan Negara Indonesia di Kabupaten Barito Kuala.

Kegiatan yang digelar daring diikuti perwakilan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah, Ketua DPRD Barito Kuala, Forkopimda, Kepala BNNK, Agen Pemulihan Desa, Kepala Desa, Lurah, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Batola, bersamaan dengan seluruh provinsi, Senin (24/06).

[feed_them_social cpt_id=59908]

Mewakili Pj. Bupati Barito Kuala, Mujiyat, Zulkipli mengucapkan terima kasih dan menekankan bentuk perhatian semua untuk melakukan perlawanan terhadap narkoba.

Apalagi jumlah penyalahguna narkoba terus meningkat yang menimbulkan banyak kerugian.

“Mencakup kerugian akibat belanja narkoba, pengobatan, biaya rehabilitasi dan yang lebih mengkhawatirkan sudah merengkuh berbagai lapisan masyarakat. Semuanya harus dihentikan, dilawan dan tegaskan perang melawan narkoba di Indonesia,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Selatan, Wisnu Andayana, juga menyampaikan kejahatan narkotika merupakan salah satu jenis kejahatan extraordinary crime, yang merupakan kejahatan terorganisir lintas negara.

“BNN sebagai leading sector dalam penanganan masalah narkotika mengajak seluruh komponen bangsa untuk turut serta dalam penanggulangan tersebut dengan empat strategi komprehensif, yang meliputi soft power approach, hard power approach, smart power approach, dan cooperation. Baik lingkup domestik, nasional, maupun internasional diharapkan secara efektif mengurangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dari berbagai aspek,” sebut Wisnu.

Ia juga menyoroti letak geografis Indonesia yang strategis dan sebagai negara kepulauan memiliki wilayah pesisir dan perbatasan yang rentan dan rawan menjadi jalur masuknya peredaran gelap narkoba.

“Maka diperlukan ketahanan yang kuat dari masyarakat di wilayah pesisir pantai, penyangga kota, hingga yang berbatasan langsung dengan negara lain,” pungkasnya.

[feed_them_social cpt_id=57496]