JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bank Kalsel mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi pada periode Ramadan hingga Lebaran.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan beberapa modus yang sering digunakan pelaku antara lain phishing melalui tautan palsu, penipuan undian hadiah, hingga permintaan kode OTP oleh pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
“Bank Kalsel menegaskan bahwa bank tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah melalui telepon, pesan singkat, email, ataupun media sosial,” ujarnya.
Fachrudin mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan mencurigakan serta selalu menjaga kerahasiaan data perbankan pribadi.
Selain memberikan imbauan kewaspadaan, Bank Kalsel juga memastikan kesiapan layanan perbankan guna menghadapi peningkatan aktivitas transaksi masyarakat menjelang Idul Fitri.
“Kami memahami bahwa menjelang Idul Fitri aktivitas transaksi masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Oleh karena itu, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif baik dari sisi kesiapan operasional layanan, penguatan jaringan ATM dan CRM, maupun ketersediaan likuiditas agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan lancar selama periode Ramadan hingga libur Lebaran,” jelasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memberikan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat.
(Adv/Bank Kalsel)














