‎Stok Bawang Menipis Usai Kebakaran, Kalsel Andalkan Pasokan dari Brebes ‎

Kepala dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan

‎JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat mendatangkan pasokan bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran.

‎Langkah ini dilakukan setelah kebakaran melanda Pasar Harum Manis II (Blok Pasar Bawang) pada Senin (4/5/2026) dini hari, yang menghanguskan 92 toko dan gudang, serta memusnahkan sekitar 17 ton stok bawang merah.

‎Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan pasokan ke distributor di Jawa Tengah dan saat ini dalam proses pengiriman.

‎“Kami sudah menghubungi distributor di Jawa Tengah, dan sekarang sedang dalam proses pengiriman ke Banjarmasin,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

‎Ia menjelaskan, kebakaran tersebut berpotensi mengganggu distribusi dan kestabilan harga bawang merah, mengingat Pasar Harum Manis merupakan salah satu pusat distribusi utama untuk wilayah Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah.

‎Saat ini, harga bawang merah di pasaran berkisar Rp35 ribu per kilogram. Dengan berkurangnya pasokan, dikhawatirkan harga akan mengalami kenaikan jika tidak segera diantisipasi.

‎“Karena itu, kami bergerak cepat mencari pasokan tambahan, termasuk ke Nusa Tenggara dan Jawa Tengah. Namun, untuk Nusa Tenggara belum bisa mengirim karena masa panen telah lewat,” jelasnya.

‎Sementara itu, distributor dari Jawa Tengah dinyatakan siap mengirimkan stok bawang merah dalam waktu dekat.
‎Pemerintah berharap pasokan tersebut segera tiba untuk menekan potensi lonjakan harga di pasaran.

‎Adapun kebutuhan bawang merah di Kalsel saat ini relatif stabil, berkisar antara 1 hingga 2 ton per hari, dengan peningkatan permintaan biasanya terjadi pada momen hari besar.

‎“Kami harap selama menunggu pasokan datang, harga tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan,” tutupnya. (YUN)