JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Komisi III DPRD Kalimantan Selatan mendorong percepatan pemanfaatan Tugu Nol Kilometer dan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari melalui rapat kerja lintas sektor, kemarin. Rapat tersebut melibatkan Dinas PUPR, Biro Umum, Biro Kesra, Bappeda, serta lintas komisi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H. Achmad Maulana, mengatakan rapat ini bertujuan menyinergikan kewenangan antar instansi, mengingat pengelolaan kedua aset melibatkan banyak pihak.
“Komisi III fokus pada pembangunan fisik, tetapi pemanfaatannya lintas sektor, sehingga perlu duduk bersama mencari solusi,” ujarnya.
Hasil rapat menyimpulkan, Tugu Nol
Kilometer dan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari pada prinsipnya siap difungsikan dan tinggal menunggu peresmian.
Untuk Tugu Nol Kilometer, skema pengelolaan masih dikaji, antara lain melalui BUMD atau kerja sama dengan pihak ketiga melalui lelang.
“Kami ingin pengelolaan optimal dan tidak merugikan daerah, sehingga aspek keuntungan dan keberlanjutan menjadi perhatian,” jelasnya.
Sementara itu, pengelolaan masjid dinilai lebih sederhana karena berfokus pada fungsi ibadah. Biro Kesra telah menyiapkan anggaran operasional, termasuk untuk imam, petugas kebersihan, dan tenaga pendukung.
Beberapa kebutuhan seperti mimbar masih dalam tahap pengadaan dan ditargetkan segera rampung.
Adapun skema pengelolaan masjid masih dibahas, mulai dari dikelola langsung oleh Kesra, melalui UPT, hingga pembentukan badan pengelola.
Pemprov Kalsel dan DPRD sepakat kedua bangunan segera diresmikan agar bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Yang penting segera dibuka. Kekurangan bisa disempurnakan sambil berjalan,” tutupnya. (YUN)













