JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke PT Sang Hyang Seri (SHS),kemarin, guna memastikan ketersediaan benih padi berkualitas sebagai penunjang ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
PT Sang Hyang Seri adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pertanian
Dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, bersama Dinas Pertanian Kalsel dan disambut Direktur PT SHS, Adhi Cahyono Nugroho.
Kartoyo menegaskan pentingnya jaminan benih unggul yang tersedia secara berkelanjutan bagi petani di Banua. Ia menyebut, produksi benih berkualitas membutuhkan waktu hingga dua tahun sebelum siap tanam dan bersertifikat.
“Kami ingin memastikan penyediaan benih padi berkualitas untuk Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan Kalsel telah memiliki fasilitas pengolahan dan penyimpanan benih di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi alternatif strategis di tengah menurunnya ketergantungan pada batubara. Produksi padi Kalsel saat ini mencapai 1,17 juta ton dengan nilai sekitar Rp7,7 triliun.
Sementara itu, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian Kalsel, Zainal Arifin, menyebut ketersediaan benih unggul menjadi kunci keberhasilan produksi.
“Tahun 2025 produksi padi Kalsel lebih dari 1 juta ton dan menempatkan provinsi ini di peringkat ke-12 nasional,” katanya.
Ia menambahkan, terdapat 249 penangkar benih di Kalsel yang mayoritas berada di desa. Kebutuhan benih mencapai sekitar Rp134 miliar dan berdampak langsung pada ekonomi desa serta penyerapan tenaga kerja.
Menurutnya, sekitar 50 persen keberhasilan produksi pertanian ditentukan oleh kualitas benih.
PT Sang Hyang Seri menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama dengan Pemprov Kalsel guna mendukung keberlanjutan swasembada pangan. (YUN)













