JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kenaikan kurs Dollar AS yang terus menguat mulai berdampak pada sektor transportasi laut. Setelah tiket pesawat mengalami lonjakan harga, kini tarif tiket kapal laut juga ikut mengalami penyesuaian.
PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Banjarmasin resmi menaikkan harga tiket kapal laut sebesar 5 persen mulai 10 Mei 2026. Kenaikan tersebut dilakukan akibat meningkatnya biaya operasional perusahaan.
Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama Banjarmasin, Anton Wahyudi, membenarkan adanya penyesuaian tarif tersebut.
“Untuk tiket kapal DLU per tanggal 10 Mei 2026 tadi sudah mengalami kenaikan sekitar 5 persen dari harga sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).
Menurut Anton, kenaikan tarif tidak bisa dihindari karena kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi operasional transportasi laut. Menguatnya kurs Dollar AS membuat biaya perawatan kapal dan pembelian suku cadang mengalami lonjakan signifikan.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi salah satu faktor utama membengkaknya biaya operasional perusahaan pelayaran.
“Kondisi global dan kurs Dollar AS yang semakin menguat sangat berpengaruh. Ditambah lagi kenaikan harga BBM serta onderdil kapal yang cukup signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, pihak DLU memastikan kenaikan tarif dilakukan secara bertahap agar tidak terlalu membebani masyarakat pengguna jasa kapal laut.
“Kami terpaksa melakukan penyesuaian harga dengan kenaikan 5 persen, jadi tidak terlalu besar dan tidak memberatkan calon penumpang,” tambah Anton.
Sementara itu, jumlah penumpang kapal laut PT DLU di Banjarmasin hingga kini masih terpantau stabil. Dalam kondisi low season, rata-rata jumlah penumpang mencapai sekitar 150 hingga 200 orang per hari.
Anton menilai, kapal laut saat ini masih menjadi pilihan alternatif masyarakat di tengah mahalnya harga tiket pesawat.
“Sekarang masih low season dan kapal laut jadi alternatif masyarakat saat harga tiket pesawat naik tajam,” pungkasnya.
(Ian)













