JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Kuala (Batola), mendesak agar pembangunan Madrasah Tsanawiah Nahdlatul Ulama Sairussalam di Desa Sinar Baru, Kecamatan Rantau Badauh, segera dilanjutkan.
Hingga kini pembangunan tersebut terhenti, membuat para siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di rumah Kepala Madrasah M. Rafe’i.
Kepala Kantor Kemenag Bukhari Muslim, melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Supian mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak proyek pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh kontraktor pelaksana yang ditunjuk.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan madrasah baru berdiri sebatas dinding bata ringan tanpa atap. Lantai bangunan masih berupa tanah, sementara sejumlah material bangunan terlihat berserakan dan mulai ditumbuhi rumput.
Menurut H. Supian, proyek pembangunan yang berada di bawah naungan Yayasan Ma’arif NU Kalimantan Selatan Cabang Batola, sebelumnya telah melalui proses tender dan dimenangkan oleh kontraktor dari luar Kalsel.
“Kami dari Kemenag hanya menerima hasil pekerjaan yang diserahkan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Ia menjelaskan, untuk melanjutkan pembangunan, proses tender ulang telah dilakukan. Namun pihaknya belum memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan tahapan tender tersebut.
Saat ini jumlah peserta didik mencapai sekitar 90 orang dan diperkirakan bertambah dengan adanya penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Kondisi ruang belajar yang terbatas dinilai kurang ideal untuk mendukung proses pendidikan.
H. Supian berharap pembangunan madrasah dapat segera dilanjutkan, sehingga para siswa kembali mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
“Kami berharap pembangunan dapat segera diteruskan melalui proses tender ulang yang sedang berjalan. Dengan demikian peserta didik bisa kembali belajar di sekolah seperti biasa dan memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlambatan penyelesaian pembangunan jangan sampai berdampak lebih jauh terhadap kualitas pembelajaran para siswa.
“Kami berharap bangunan ini bisa selesai secepatnya agar tidak merugikan proses belajar mengajar siswa,” pungkasnya.
(Alibana/Ang)













