Disbunak Batola Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembinaan dan Pendampingan

Monitoring dan pembinaan unit pengolahan hasil peternakan di Kecamatan Cerbon. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Barito Kuala, melakukan monitoring dan pembinaan terhadap unit pengolahan hasil peternakan di Kecamatan Marabahan dan Cerbon.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan usaha pengolahan pangan asal hewan berkembang sesuai ketentuan serta menghasilkan produk yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Kepala Disbunak Kabupaten Barito Kuala, Lasiman, melalui Kepala Bidang Produksi Peternakan, Eko Hariyanto, mengatakan monitoring dan pembinaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pemerintah daerah untuk memastikan usaha pengolahan pangan asal hewan berkembang sesuai aturan dan menghasilkan produk yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujarnya usai monitoring, Kamis (25/6/2026).

Tim Disbunak melakukan monitoring terhadap dua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yakni usaha nugget milik Sri Ikhtia Utami di Kecamatan Marabahan dan usaha olahan telur serta risoles Qoella Kitchen milik Nuril Ikrima di Kecamatan Cerbon.

Dari hasil monitoring, usaha nugget milik Sri Ikhtia Utami dinilai telah berjalan dengan baik. Bahan baku yang digunakan layak, proses produksi cukup tertata, dan pengemasan produk dinilai baik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Meski demikian, tim pembina memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan, antara lain peningkatan sanitasi ruang produksi, penggunaan alat pelindung diri saat proses produksi, penyempurnaan label kemasan, serta pengembangan strategi pemasaran yang lebih luas.

Sementara itu, pada usaha Qoella Kitchen, tim menemukan proses produksi olahan telur dan risoles berjalan baik dengan tampilan produk yang menarik. Pembinaan difokuskan pada konsistensi mutu produk, penerapan higiene dan sanitasi, sistem penyimpanan bahan baku maupun produk jadi, peningkatan desain kemasan dan label, serta penguatan pemasaran digital dan kerja sama antar-UMKM.

Eko Hariyanto mengatakan kedua pelaku usaha menunjukkan komitmen yang baik dalam mengembangkan usahanya dan terbuka terhadap masukan yang diberikan tim pembina.

“Kami dari Disbunak Barito Kuala terus berupaya melakukan monitoring dan pembinaan langsung kepada pelaku usaha pengolahan hasil peternakan. Tujuannya agar produk yang dihasilkan masyarakat benar-benar memenuhi standar ASUH. Dari hasil kunjungan, kami melihat komitmen pelaku usaha sudah sangat baik. Tinggal memperkuat aspek higiene, sanitasi, kemasan, dan label produk,” katanya.

Ia menambahkan, Disbunak juga mendorong para pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) sebagai langkah peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.

Secara umum, hasil monitoring menunjukkan proses produksi pada kedua UMKM telah berjalan baik. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan pada aspek higiene, sanitasi, pengemasan, pelabelan, dan pemasaran produk.

Ke depan, Disbunak Barito Kuala akan terus melakukan monitoring berkala serta pendampingan terkait perizinan usaha dan pemenuhan persyaratan Sertifikasi NKV.

Pemerintah daerah juga diharapkan terus memfasilitasi pelatihan, promosi, dan pengembangan kapasitas pelaku usaha agar produk olahan peternakan lokal semakin berdaya saing di pasar yang lebih luas.

(Alibana/Ang)