JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Barito Kuala (Batola), memberikan tanggapan terkait aspirasi masyarakat yang menginginkan pembangunan Pusat Kesehatan Hewan di Kecamatan Kuripan.
Pemerintah Kabupaten Batola menegaskan, pembangunan Puskeswan khusus di wilayah tersebut belum memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Disbunak Lasiman S.St., M.T. mengatakan, layanan kesehatan hewan untuk peternak di Kecamatan Kuripan hingga saat ini masih terkover melalui Puskeswan Talaran.
“Selama ini rasanya belum ada kendala. Kami selalu siap melayani apabila ada keluhan ternak warga Kuripan. Baik layanan pengobatan maupun vaksinasi masih terkover oleh petugas,” tegasnya, Rabu (25/6/2026).
Menurut Kadis, terdapat dua faktor utama yang menjadi pertimbangan pemerintah daerah belum membangun Puskeswan baru di Kecamatan Kuripan, yakni jumlah populasi ternak yang dinilai masih belum memenuhi kriteria, yakni tergolong sedang.
“Di samping itu, ketersediaan SDM menjadi kendala utama, terutama tenaga medik dan medik veteriner yang sangat terbatas,” harapnya.
Lasiman menjelaskan, keberadaan Puskeswan Talaran dinilai masih efektif untuk melayani wilayah kerja yang mencakup Kecamatan Marabahan, Bakumpai, Tabukan, dan Kuripan. Jumlah populasi ternak di wilayah tersebut bahkan telah melampaui 2.500 satuan ternak.
Ia menambahkan, pendirian Puskeswan tidak hanya mempertimbangkan luas wilayah, tetapi juga kepadatan dan karakteristik populasi ternak. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas kesehatan hewan dipusatkan di lokasi yang dinilai paling strategis dan memenuhi syarat teknis.
“Mendirikan Puskeswan banyak pertimbangannya. Salah satunya karena populasi ternak di Kuripan tidak padat, tetapi spesifik. Supaya tetap memenuhi kriteria, kami bangun di Talaran, karena di Talaran ada sapi, di Tabukan ada kambing dan unggas lainnya,” jelas Kadis.
Untuk mengatasi keterbatasan jumlah dokter hewan, Disbunak saat ini menerapkan sistem layanan panggil. Peternak dapat melaporkan keluhan ternaknya kepada petugas, kemudian dokter hewan akan turun ke lapangan sesuai kebutuhan.
“Karena kekurangan SDM, saat ini dokter hewan dipanggil apabila masyarakat ada keluhan,” ujar Lasiman.
Pihaknya berharap, ke depan jumlah tenaga medik veteriner dapat bertambah, sehingga layanan kesehatan ternak dapat semakin optimal dan menjangkau seluruh kecamatan, termasuk Kuripan. Dengan dukungan SDM yang memadai, kualitas pelayanan pengobatan, vaksinasi, dan pencegahan penyakit hewan, diharapkannya semakin meningkat.
(Alibana/Ang)













