JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai menyusun masterplan atau rencana induk penataan jaringan kabel utilitas sebagai langkah membenahi kabel udara yang semrawut.
Program tersebut ditargetkan menjadi dasar pemindahan jaringan utama ke bawah tanah secara bertahap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Banjarmasin Febpry Graha Utama mengatakan, penyusunan masterplan dilakukan sesuai arahan langsung Wali Kota Banjarmasin.
Menurutnya, tahap perencanaan menjadi bagian paling krusial agar proses pemindahan kabel dapat berjalan lancar tanpa mengganggu layanan internet bagi masyarakat.
“Bagaimana kita melaksanakan tahapan-tahapan perencanaan, karena perlu disesuaikan mana posisi kabel-kabel utilitas yang memang sudah siap diturunkan,” ujarnya, Jum’at (3/7).
Berdasarkan hasil kajian tim konsultan, kondisi infrastruktur jalan di Kota Banjarmasin terbagi menjadi empat tipikal sehingga penanganannya tidak dapat disamaratakan.
Tipikal pertama merupakan jalan yang telah memiliki trotoar dan drainase yang siap untuk mendukung pembangunan jaringan bawah tanah, kedua adalah jalan yang memiliki trotoar, namun belum dilengkapi jalur ducting di bawahnya, seperti di kawasan Jalan Ahmad Yani.
Sementara tipikal ketiga merupakan jalan yang hanya memiliki saluran drainase, kondisi yang paling banyak dijumpai di Banjarmasin. Adapun tipikal keempat adalah jalan yang hanya memiliki bahu jalan tanpa trotoar maupun drainase.
Febpry mengungkapkan, kawasan Jalan Lambung Mangkurat menjadi lokasi yang paling siap untuk uji coba penataan karena memiliki infrastruktur yang mendekati tipikal ideal.
“Kawasan pusat perkantoran dan bisnis ini dinilai memiliki infrastruktur yang paling mendekati kriteria ideal atau tipikal pertama,” katanya.
Dalam proses penataan tersebut, Pemkot Banjarmasin juga telah berdiskusi dengan para penyedia layanan internet (provider). Menurutnya, para provider pada prinsipnya mendukung program penataan demi meningkatkan estetika kota.
Dari hasil pembahasan, muncul skema kombinasi yang akan diterapkan, yakni jaringan utama ditanam di bawah tanah, sedangkan distribusi menuju rumah pelanggan menggunakan tiang bersama.
“Di bawah tanah nanti ada manhole dan Optical Distribution Point (ODP) untuk membagi jaringan ke masyarakat. Pembagian ke rumah-rumah warga nantinya menggunakan tiang bersama, sehingga polanya menyebar seperti cakar ayam. Namun jaringan utamanya tetap berada di bawah tanah,” jelasnya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan terburu-buru menurunkan kabel udara sebelum infrastruktur bawah tanah benar-benar siap karena dapat mengganggu layanan pelanggan.
“Kita harus memiliki strategi dan timeline yang jelas. Tidak mungkin kabel udara diturunkan sementara jaringan di bawah tanah belum siap, karena layanan kepada konsumen bisa terganggu,” tegasnya.
Karena itu, Pemkot Banjarmasin akan terus membangun komunikasi intensif dengan seluruh provider, termasuk menyiapkan regulasi yang mengatur investasi dan pelaksanaan penataan jaringan fiber optik di Kota Banjarmasin.
(Ih/Ang)













