JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Program Generasi Berencana (Genre). Melalui program tersebut, para remaja didorong memiliki perencanaan hidup yang matang, mulai dari pendidikan, karier hingga kehidupan berkeluarga agar mampu menghadapi tantangan di masa depan, Selasa (7/7/2026).
Hal itu disampaikan Bupati HST, Samsul Rizal, saat membuka Grand Final Pemilihan Duta Genre Tingkat Kabupaten HST Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten HST.
Menurutnya, Duta Genre bukan hanya sekadar ajang kompetisi bagi kalangan remaja, melainkan wadah mencetak anak muda yang mampu menjadi teladan sekaligus memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Di sinilah peran Duta Genre menjadi penting. Saya ingin Duta Genre hadir di tengah teman-temannya bukan untuk mempengaruhi, tetapi untuk merangkul. Bukan hanya pandai menyampaikan materi, tetapi juga mampu mendengarkan,” ujarnya.
Sebagai Ayah Genre Kabupaten HST, Samsul Rizal juga mengajak para remaja agar mulai menyusun rencana hidup sejak dini, menjaga pergaulan, menjauhi narkoba, serta mempersiapkan diri sebelum membangun keluarga.
“Beranilah memilih rencana hidup. Rencanakan pendidikan, karier, dan cita-cita kalian. Ketika tiba waktunya nanti, bangunlah keluarga dengan kesiapan, kedewasaan, dan tanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten HST, H. Syahbidin, mengatakan Program Genre dirancang untuk membentuk generasi yang mampu merencanakan masa depan secara matang sekaligus menjadi agen edukasi bagi remaja lainnya.
Menurutnya, para Duta Genre nantinya diharapkan mampu menjadi role model dalam memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan, kesiapan membangun keluarga, pencegahan pernikahan usia dini, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga upaya menekan angka stunting.
“Kita menginginkan adik-adik Duta Genre ini menjadi role model dan penyuluh bagi teman-temannya tentang bagaimana membangun keluarga di masa depan, menghindari seks bebas, narkoba, sekaligus ikut menurunkan angka stunting,” katanya.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah juga berperan aktif menekan angka perkawinan usia anak. Setiap permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama harus melalui asesmen dan rekomendasi dari Dinsos PPKB PPPA HST.
“Dari sekitar 50 permohonan dispensasi nikah setiap tahun, rata-rata banyak yang kami rekomendasikan untuk ditunda agar usia pernikahan sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Syahbidin menambahkan, hingga saat ini angka stunting di Kabupaten HST telah berada di bawah rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan maupun nasional. Meski demikian, pemerintah daerah terus memperkuat edukasi kepada remaja agar mampu menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
Grand final tahun ini diikuti perwakilan remaja dari 11 kecamatan di Kabupaten HST yang bersaing menjadi Duta Genre 2026. Para finalis diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya generasi muda yang sehat, produktif, cerdas, dan siap merencanakan masa depan.
(Rz)













