PBSI Evaluasi Daya Tahan Tunggal Putra

Dendi Triansyah, tunggal putra Indonesia dari cabor badminton (dok. pbsi.id)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – PBSI menyoroti aspek daya tahan fisik sektor tunggal putra setelah menjalani dua turnamen beruntun di Pontianak, Kalimantan Barat, yakni International Challenge dan Super 100 Indonesia Masters 2026.

Kepala Pelatih Tunggal Putra Pratama PBSI, Wiempie Mahardi, mengatakan skema pertandingan back-to-back memberikan dampak langsung terhadap kondisi kebugaran atlet, terutama pemain muda seperti Richie Duta Richardo dan Dendi Triansyah.

“Bermain back-to-back di nomor tunggal memang tidak mudah dan kebugarannya terlihat sedikit menurun. Namun ini menjadi pengalaman penting untuk membangun mental dan fighting spirit,” ujar Wiempie, dikutip dari ANTARA.

Pada rangkaian turnamen tersebut, Richie Duta Richardo tampil konsisten dengan catatan impresif. Ia berhasil menjadi juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah menaklukkan wakil India, Ginpaul Sonna, dengan skor 24-22, 21-19 di final.

Namun, pada level Super 100, Richie harus terhenti di perempat final. Ia sempat unggul pada gim pertama atas Shogo Ogawa (Jepang) dengan skor 21-8, sebelum akhirnya kalah 10-21 dan 16-21 pada dua gim berikutnya.

Wiempie menilai secara keseluruhan performa Richie sudah baik, namun konsistensi dalam menjaga performa di laga panjang masih menjadi catatan evaluasi.

Sementara itu, Dendi Triansyah menunjukkan perkembangan positif pada turnamen kedua. Setelah terhenti di babak 32 besar pada International Challenge, Dendi mampu melangkah hingga semifinal Super 100 Indonesia Masters.

Dalam perjalanannya, Dendi bahkan sukses menyingkirkan pemain berpengalaman dari Malaysia, Cheam June Wei, dengan kemenangan meyakinkan 21-11, 21-10 di perempat final.

Langkah Dendi akhirnya dihentikan wakil China, Sun Chao, lewat pertandingan tiga gim dengan skor 22-20, 10-21, 15-21.

Wiempie menilai Dendi mulai mampu menerapkan beberapa aspek latihan dalam pertandingan, namun masih perlu peningkatan terutama pada aspek strength endurance untuk menjaga performa dalam durasi laga yang panjang.

“Ke depan strength endurance masih perlu ditingkatkan dan akan kami evaluasi dalam program latihan,” ujarnya.

PBSI menegaskan bahwa dua turnamen di Pontianak ini menjadi bahan evaluasi penting untuk mematangkan persiapan para pemain muda tunggal putra agar lebih konsisten menghadapi turnamen berikutnya. (Viz)