H. Kartoyo Gali Potensi Desa Malinau, Dorong Perkebunan dan Pelestarian Budaya

Wakil ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo saat saat mengunjungi desa Malinau, kecamatan Loksado , kabupaten hulu sungai Selatan (Foto hmsdprdkalsel)

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H. Kartoyo, S.M., M.M., mengunjungi Desa Malinau, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Jumat (18/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan saat Kartoyo melaksanakan sosialisasi peraturan daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Dalam kesempatan itu, Kartoyo berdialog dengan masyarakat sekaligus melihat potensi Desa Malinau, khususnya di kawasan Dusun Bidukun. Ia menilai sektor perkebunan dan kearifan lokal menjadi potensi yang perlu mendapat perhatian.

“Potensi di gunung berbeda dengan wilayah rawa. Kita ingin melihat potensi yang ada di Desa Malinau,” ujar Kartoyo.

Menurutnya, perkebunan menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat. Karena itu, pengembangan sektor tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Mayoritas masyarakat masih berkebun. Kalau ingin memajukan masyarakat, harus dari sektor perkebunan,” katanya.

Kartoyo juga berencana berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk melihat langsung kondisi perkebunan masyarakat.

“Nanti saya coba bawa Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian ke desa ini,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Malinau, Jaini, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menyebut masyarakat setempat masih mengandalkan perkebunan karet serta memiliki potensi bambu.

“Di sini ada kebun karet sebagai usaha masyarakat, juga bambu,” tuturnya.

Selain sektor ekonomi, Kartoyo meninjau Balai Bidukun yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat setempat. Ia melihat kondisi balai yang membutuhkan perhatian dan pemeliharaan.

Menurut Kartoyo, balai tersebut memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang perlu dijaga. Ia mendorong pemerintah daerah maupun Kementerian Kebudayaan memberikan perhatian terhadap keberadaannya.

“Kondisinya memprihatinkan. Saya akan mendorong agar balai-balai ini mendapat pemeliharaan,” ujarnya.

Kartoyo menilai warisan budaya tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan pariwisata. Karena itu, ia meminta berbagai warisan budaya di kawasan tersebut didata dan diinventarisasi.

“Ini aset leluhur dan bagian dari kearifan lokal kita. Kalau terpelihara, pariwisata juga bisa berkembang,” katanya.

Ia berharap pengembangan potensi Desa Malinau dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. (YUN)