JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan serta persiapan menghadapi potensi banjir, menjadi perhatian Komisi I DPRD Kalsel, saat monitoring di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Jumat kemarin (11/09/26).
Kegiatan yang dipimpin Ketua Komisi I H. Rais Ruhayat ini diawali dengan audiensi bersama pemerintah desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel, dan BPBD HSS, di Kantor Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi I menerima berbagai informasi mengenai kondisi karhutla yang saat ini terjadi di sejumlah lahan gambut di sekitar permukiman warga. Berbagai upaya penanganan yang telah dilakukan turut menjadi pembahasan bersama.
Selain itu, warga juga menyampaikan sejumlah masukan terkait antisipasi banjir yang berpotensi terjadi saat musim penghujan tiba. Kesiapan sejak dini dinilai penting agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Masyarakat berharap langkah-langkah mitigasi dapat disusun secara terencana, baik melalui program maupun dukungan anggaran yang memadai. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Ketua Komisi I menegaskan, bahwa penanganan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh pihak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi kunci dalam mengurangi dampak kebakaran yang saat ini masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Dengan kerja sama yang tepat, semoga bisa mengurangi dampak karhutla yang saat ini tengah marak. Tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD,” pungkas Rais Ruhayat. (YUN/Achmad MT)













