JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Laut akan menambah kekuatan armada dengan kapal induk eks Italia Giuseppe Garibaldi yang nantinya bernama KRI Sriwijaya.
Kapal tersebut memiliki kemampuan multimisi, mulai dari operasi militer hingga dukungan kemanusiaan dan penanganan bencana.
KRI Sriwijaya dibangun di galangan Cantieri Navali, Monfalcone, Italia, dengan panjang 180,2 meter, lebar 23,4 meter di garis air, serta 30,4 meter pada dek penerbangan. Dek penerbangannya memiliki panjang sekitar 173,8 meter.
Dari sisi bobot, kapal ini memiliki displacement sekitar 13.850 ton dengan sarat air 6,7 meter, menjadikannya salah satu kapal terbesar yang akan dioperasikan TNI AL.
Untuk sistem penggerak, kapal menggunakan konfigurasi Combined Gas and Gas (COGAG) dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang menghasilkan daya sekitar 60.400 kW atau hampir 81 ribu tenaga kuda. Kapal ini mampu melaju hingga 30 knot dengan jangkauan hingga 7.000 mil laut.
KRI Sriwijaya juga mampu mengoperasikan berbagai helikopter seperti EH101, SH90A, dan AB212, serta sebelumnya dapat membawa pesawat tempur AV-8B Harrier II dengan kapasitas sekitar 18–20 unit wahana udara tergantung pada konfigurasi misi.
Kapasitas personel kapal mencapai sekitar 825 orang, termasuk awak dan dukungan operasional, serta dilengkapi fasilitas komando dan pengendalian.
Dari sisi persenjataan, kapal ini diperkuat dengan sistem rudal antipesawat Aspide serta meriam pertahanan DARDO 40/70.
KRI Sriwijaya diproyeksikan tidak hanya untuk operasi tempur, tetapi juga untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk misi kemanusiaan dan distribusi logistik di wilayah kepulauan Indonesia.
Saat ini kapal masih dalam proses persiapan jelang serah terima yang dijadwalkan pada 24 September 2026. (Viz)














