JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH BUMBU – Generasi muda didorong mengambil peran lebih besar dalam memperkenalkan potensi budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Tanah Bumbu. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2026 yang digelar di Simpang Empat, Senin (21/9/2026).
Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, bersama Wakil Ketua Dekranasda Hj. Fitriyana Bahsanuddin turut menjadi juri dalam ajang tersebut.
Grand Final Duta Wisata Tanah Bumbu 2026 memperebutkan enam gelar utama yang terbagi dalam tiga kategori, yakni Nanang Galuh, Putra-Putri Pariwisata serta Putra-Putri Tenun.
Pada kategori Nanang Galuh, gelar Nanang diraih Khairulhin Zaski Badali Ahsa, sedangkan gelar Galuh diraih Nur Latifah.
Sementara kategori Pariwisata menempatkan Hafizh Khoiri Mustaqim sebagai Putra Pariwisata dan Ikhlasul Amaliyah sebagai Putri Pariwisata.
Untuk kategori Tenun, M. Atma Fadillah terpilih sebagai Putra Tenun dan Salsa Bila sebagai Putri Tenun.
Ketua Dekranasda Tanah Bumbu Andi Irmayani Rudi Latif mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan kemampuan dan potensi terbaik selama mengikuti rangkaian pemilihan.
Menurutnya, keberadaan Duta Wisata dapat menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk ikut memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas.
Selain promosi, para duta juga diharapkan ikut menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Tanah Bumbu.
“Selamat kepada seluruh finalis yang telah memberikan penampilan terbaik. Kami berharap para duta yang terpilih dapat menjadi generasi muda yang aktif memperkenalkan budaya dan potensi wisata Tanah Bumbu, serta ikut menjaga warisan budaya daerah,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Putra dan Putri Tenun. Andi Irmayani berharap keduanya dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Tenun Pagatan, terutama kepada kalangan generasi muda.
Menurutnya, Tenun Pagatan tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif sekaligus identitas daerah.
“Kami berharap Putra dan Putri Tenun dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Tenun Pagatan lebih luas. Dengan kreativitas dan semangat generasi muda, kita ingin tenun khas Pagatan semakin dikenal, dicintai, dan terus dilestarikan,” katanya.
Ia juga berharap para Duta Wisata Tanah Bumbu 2026 mampu menjalankan perannya sebagai representasi daerah dalam memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata.
“Semoga gelar yang diraih bukan hanya menjadi sebuah kebanggaan, tetapi juga menjadi langkah untuk berkarya dan memberikan kontribusi bagi Tanah Bumbu, terutama dalam memperkenalkan budaya, pariwisata, dan Tenun Pagatan,” pungkasnya.
(Adv/Mc Tanbu)













