JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Persatuan Tradisi Adat Kalimantan (PATAKA) kembali menggelar kegiatan sosial Batamba Massal, kali ini di Desa Handil Bujur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tersebut, mendapat sambutan masyarakat setempat. Puluhan warga mendatangi lokasi untuk memanfaatkan layanan terapi tradisional dengan beragam keluhan, mulai dari sakit pinggang, sakit kepala, kebas pada anggota tubuh, hingga keluhan penyintas stroke.
Dalam kegiatan ini, PATAKA menghadirkan 10 terapis dengan keahlian berbeda. Layanan yang diberikan meliputi pijat tradisional, totok syaraf Jari Petir, dan urut kampung.
Batamba Massal merupakan salah satu kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan PATAKA di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Selain menjadi sarana berbagi kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi panambaan yang berkembang di Kalimantan.
Salah seorang warga Desa Handil Bujur, Mustapa, mengaku merasakan perubahan setelah mengikuti terapi tersebut.
“Setelah mengikuti Batamba Massal, keluhan sakit pada badan terasa lebih ringan dan kondisi terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujar Mustapa.
Ketua Umum PATAKA, Fatih Banua Lima, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat melalui pelayanan terapi tradisional oleh para terapis sesuai keahlian masing-masing.
“Kami datang untuk membantu masyarakat melalui kegiatan sosial Batamba Massal. Ada sepuluh terapis yang hadir dengan berbagai keahlian untuk memberikan layanan kepada warga sesuai dengan kemampuan masing-masing,” kata Fatih.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara pegiat tradisi dan masyarakat. Menurutnya, pelestarian tradisi lokal dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
PATAKA sendiri menjadi wadah silaturahmi, berbagi pengalaman, serta berkegiatan sosial bagi para pegiat tradisi adat, seni, budaya, dan ritual Kalimantan.
Melalui kegiatan ini pihaknya berharap, kepedulian sosial dan semangat gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjaga keberadaan tradisi lokal agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
(Rizani/Ang)













