JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia meminta seluruh pihak memastikan upaya pemadaman berjalan maksimal dan kewaspadaan tetap terjaga.
Peninjauan dilakukan bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (12/10/2026). Menhut juga didampingi jajaran TNI-Polri.
Dalam kunjungan tersebut, Raja Antoni mengecek kondisi lokasi kebakaran sekaligus memantau penanganan yang dilakukan di lapangan. Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, Kapolda, Danrem, Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), hingga para relawan.
Menurut Raja Antoni, berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan, jumlah titik panas (hotspot) di Kalsel tercatat paling rendah di antara provinsi-provinsi di Kalimantan. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah dalam menghadapi potensi karhutla.
“Dan per hari ini tercatat alhamdulillah Kalimantan Selatan angka hotspot-nya terbaik di Kalimantan. Kita masih punya tantangan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat namun hal itu tidak membuat kita terlena,” katanya.
Berdasarkan data Sipongi Kemenhut dengan batas waktu pencatatan (cut off) 11 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB, jumlah hotspot di enam provinsi prioritas mencapai 519 titik.
Kalimantan Tengah mencatat 199 titik, turun dari 288 titik pada 10 Oktober 2026. Sementara itu, Kalsel mengalami penurunan dari 28 menjadi 15 titik. Sebaliknya, Kalimantan Barat mengalami kenaikan dari 44 menjadi 68 titik.
Di luar Kalimantan, Sumatera Selatan mencatat 223 titik panas, Riau 14 titik, sedangkan Jambi tidak mencatat hotspot.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pengendalian karhutla masih perlu diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki jumlah titik panas tinggi. Koordinasi antarpihak dan kesiapsiagaan di lapangan dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.
Raja Antoni pun meminta seluruh unsur yang terlibat terus menjaga kerja sama dan kekompakan dalam menangani karhutla.
“Saya minta seluruh pihak terus menjaga kerja sama dan kekompakan di lapangan. Kita bekerja maksimal untuk memastikan karhutla dapat ditangani dengan baik,” pungkasnya.
(Ih/Ang)













