JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO TIMUR – Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama unsur terkait melakukan pengecekan langsung ke SPBU Longkang, guna memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan aman, tertib, dan terkendali di tengah meningkatnya antrean masyarakat.
Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelo, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan distribusi BBM di SPBU Longkang masih berjalan meski pasokan dari depo Banjarmasin mengalami keterlambatan akibat penyesuaian harga baru sejak 30 April 2026.
“Pengiriman dari depo Banjarmasin saat ini memang belum normal karena ada kenaikan harga, sehingga pihak penyalur harus menyesuaikan dengan harga baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasokan Pertamax mencapai 8 ribu liter dengan harga Rp12.600 per liter. Untuk pembatasan pengisian, kendaraan roda empat maksimal Rp500 ribu dan roda dua Rp160 ribu.
Sementara itu, Pertalite juga dikirim sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp10 ribu per liter. Pembelian dibatasi maksimal Rp400 ribu untuk roda empat dan Rp100 ribu bagi roda dua.
Selain itu, Dex tersedia sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp26.600 per liter. Sedangkan Bio Solar juga dikirim sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp6.800 per liter dan maksimal pengisian Rp400 ribu.
Menurut Ari Panan, pengaturan antrean dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat saat pengisian BBM.
“Di SPBU dilakukan pembagian empat jalur antrean, yakni dua jalur untuk roda empat sesuai posisi tangki kiri dan kanan, serta dua jalur khusus roda dua agar antrean lebih tertib dan aman,” jelasnya.
Selain memantau kondisi di SPBU, tim juga melakukan pengecekan harga BBM di sejumlah kios dan warung pengecer. Hasil pemantauan menunjukkan harga Pertamax dijual sekitar Rp15 ribu per liter dan Pertalite berkisar Rp13 ribu per liter.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tertib meski pasokan BBM masih terbatas.
“Kami mengimbau warga yang antre di SPBU tetap menjaga ketertiban. Untuk mengurangi antrean, masyarakat juga dapat membeli BBM di Pertashop yang tersedia meskipun kuotanya sekitar 3 ribu liter,” katanya.
Ia juga menegaskan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan berlebihan di tengah keterbatasan BBM saat ini.
“Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dari situasi ini. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan agar distribusi BBM tetap berjalan baik dan masyarakat tetap terlayani,” pungkasnya.
(Adv/Mc Bartim)













