Bank Kalsel Bangun Spot Pasar Terapung di TMII : Dukung Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA — Bank Kalsel resmi menyerahkan dukungan pembangunan Spot Pasar Terapung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Kalsel dalam melestarikan budaya nusantara, khususnya ikon khas Kalimantan Selatan : pasar terapung.

Penyerahan dukungan CSR dilakukan langsung oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, kepada Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Acara ini turut disaksikan oleh Komisaris Non-Independen Bank Kalsel, Hj. Karmila Muhidin ; Plt. Direktur Operasional TMII, I Gusti Putu Ngurah Sedana; serta perwakilan Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan di Anjungan Kalimantan Selatan, TMII.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia melalui program CSR ini. Pembangunan spot pasar terapung ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap sektor pariwisata, tetapi juga wujud perhatian kami terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal,” ujar Fachrudin dalam keterangan pers, Jumat (18/7/2025).

Pasar terapung adalah pasar tradisional unik di Kalimantan Selatan, di mana aktivitas jual beli dilakukan di atas air menggunakan perahu tradisional atau jukung. Selain berfungsi sebagai tempat berdagang, pasar terapung juga mencerminkan nilai-nilai sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Banua.

Pembangunan fasilitas ini di TMII dinilai strategis karena TMII merupakan etalase budaya nasional yang merepresentasikan keberagaman tradisi dari seluruh penjuru nusantara. Kehadiran spot pasar terapung diharapkan mampu menambah daya tarik wisata, menjadi media edukatif bagi pengunjung, serta memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. TMII, sebagai pusat budaya nasional, adalah tempat yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas dan wisatawan mancanegara,” tambah Fachrudin.

Lebih lanjut, pembangunan ini juga mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), antara lain :

SDG 1 : Tanpa Kemiskinan – Memberdayakan pelaku UMKM lokal melalui promosi produk dan budaya khas Kalimantan Selatan.

SDG 2 : Tanpa Kelaparan – Memperkenalkan hasil pertanian, perikanan, dan kuliner tradisional sebagai bagian dari ketahanan pangan lokal berbasis budaya.

SDG 10 : Berkurangnya Kesenjangan – Mengurangi ketimpangan antarwilayah dengan memperkuat eksistensi budaya dan produk lokal di pusat kegiatan nasional seperti TMII.

Bagi Bank Kalsel, CSR bukan hanya kewajiban, tetapi juga komitmen moral untuk turut serta membangun negeri dan menjaga warisan budaya bangsa. Bank Kalsel juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen TMII atas kolaborasi dan dukungan selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama, serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Semoga kolaborasi baik ini terus berlanjut di masa mendatang,” tutup Fachrudin.

(Sumber : Bank Kalsel)

[feed_them_social cpt_id=57496]