JURNALKALIMANTAN.COM, DENPASAR– Pemerintah Kota Banjarmasin meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2026, di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (7/2/2026).
Peluncuran ini menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak ekonomi sektor pariwisata agar dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa agenda pariwisata tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga penguatan ekonomi rakyat.
Sebanyak 500 agenda disiapkan sepanjang 2026, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai instrumen penggerak ekonomi, mulai dari sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), seni budaya, hingga jasa pariwisata pendukung.
Peluncuran CoE 2026 dikemas melalui pertunjukan seni khas Banjar, seperti Tari Poyang, Tari Waesakambang, dan seni tutur Madihin.
Penampilan tersebut menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara yang tengah berkunjung ke kawasan wisata Sanur.
Kehadiran Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama Ketua TP-PKK Kalsel Fathul Jannah menandai dukungan pemerintah provinsi terhadap penguatan pariwisata daerah berbasis ekonomi masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menegaskan, CoE 2026 dirancang dengan orientasi manfaat langsung bagi warga.
“Ini bukan sekadar promosi. Lima ratus agenda yang kami susun merupakan upaya nyata untuk mendorong perputaran ekonomi rakyat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat jati diri Kota Banjarmasin di usia ke-500,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekayaan budaya, wisata sungai, dan tradisi lokal menjadi fondasi utama dalam membangun daya tarik Kota Banjarmasin di tingkat nasional hingga internasional.
CoE 2026 mencakup festival wisata sungai, pasar terapung, kegiatan seni budaya, serta promosi kuliner khas Banjar seperti soto Banjar, mi bancir, nasi kuning, dan berbagai olahan ikan lokal.
Seluruh agenda tersebut, lanjut Yamin, diarahkan agar memberi dampak langsung bagi pelaku UMKM, perajin, seniman, sektor perhotelan, hingga transportasi.
“Pariwisata harus memberi manfaat ekonomi yang merata. Pemerintah hadir memastikan setiap kegiatan tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi menjadi sumber penghidupan masyarakat,” tegasnya.
Pemilihan Bali sebagai lokasi peluncuran dinilai sebagai strategi promosi aktif untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran Pemko Banjarmasin berinteraksi langsung dengan wisatawan asing serta membagikan materi promosi, sebagai upaya mengubah pola promosi dari menunggu menjadi mendatangi.
Meski demikian, Yamin memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tetap dilaksanakan sepenuhnya di Kota Seribu Sungai.
“Peluncuran ini murni untuk promosi. Perayaan hari jadi tetap kita laksanakan bersama masyarakat di Banjarmasin,” katanya.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang menilai pendekatan tersebut sebagai contoh inovasi daerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis ekonomi rakyat.
“Pariwisata harus sejalan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Daerah perlu berani melakukan terobosan agar tidak tertinggal,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar Arya Wibawa menilai kolaborasi antardaerah sebagai kunci pertumbuhan pariwisata nasional.
“Pariwisata akan tumbuh melalui kerja sama, bukan persaingan. Sinergi Denpasar dan Banjarmasin menjadi contoh pengembangan pariwisata yang inklusif,” pungkasnya.
(Adv/Ang)














