JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Lomba Bertutur bagi siswa SD/MI tingkat provinsi, sebagai rangkaian kegiatan Semesta Buku 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Dispersip, Selasa (30/6).
Lomba diikuti 11 peserta yang merupakan juara tingkat kabupaten/kota se-Kalsel. Para peserta berkompetisi untuk memperebutkan kesempatan mewakili Kalsel pada Lomba Bertutur Tingkat Nasional yang akan digelar pada akhir tahun 2026.
Kegiatan ini secara resmi dibuka Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni, S.Sos., M.Si., diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Adethia Hailina.
Dalam sambutannya Adethia menegaskan, bahwa membaca merupakan pintu menuju pengetahuan. Menurutnya, kegiatan bertutur menjadi salah satu strategi efektif untuk menumbuhkan budaya gemar membaca sejak usia dini.
“Melalui membaca, imajinasi anak-anak diasah dan wawasan mereka diperluas,” tegasnya.
Lewat kegiatan ini, Kabid berharap anak-anak Kalsel tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mampu memahami, menyerap nilai moral, dan menceritakannya kembali dengan percaya diri.
Ia menjelaskan, Lomba Bertutur tahun ini mengusung tema “Menumbuhkan Budaya Baca Anak melalui Cerita Kepahlawanan dan Legenda Rakyat.” Tema tersebut dipilih sebagai upaya mengenalkan kekayaan sejarah, kisah kepahlawanan, dan cerita rakyat Kalsel kepada generasi muda.

“Melalui kompetisi ini, kita bergerak bersama untuk melestarikan kearifan lokal Banua. Kita ingin nilai-nilai karakter kepahlawanan, kejujuran, dan kerja keras tertanam kuat di dalam sanubari anak-anak kita,” kata Adethia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru pendamping, dan orang tua yang telah membimbing para peserta hingga mampu tampil di tingkat provinsi.
Pemenang utama lomba akan memperoleh kehormatan mewakili Kalsel pada Lomba Bertutur Tingkat Nasional. Sebelum mengikuti kompetisi nasional yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun, pemenang akan mendapatkan pembinaan secara khusus.
Penilaian lomba dilakukan oleh tiga dewan juri yang dinilai berkompeten di bidangnya, yakni Enik Mintarsih, Muhammad Budi Zakia Sani, dan Bayu Bastasi Setiawan.
Lomba Bertutur merupakan kompetisi bercerita atau mendongeng yang mengharuskan peserta menceritakan kembali kisah, seperti cerita rakyat maupun legenda daerah.
(Adv/Ahmad M)













