JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Berawal dari peninjauan anak penderita stunting berinisial SA, yang beralamat di Kecamatan Bakumpai, memunculkan keprihatinan bagi Bupati Barito Kuala (Batola) Hj. Noormiliyani A.S.
Keprihatinan bukan saja menyaksikan kondisi fisik SA yang lemah dan kerdil, namun juga setelah mengamati bangunan rumah yang dihuni orang tua balita 16 bulan itu yang sangat kecil dan tak layak huni.
Lebih menyedihkannya, rumah yang sudah terlihat tua, lapuk, dan bocor itu didiami 3 kepala keluarga (KK) dengan penghuni 8 orang, terdiri dari 2 lansia, 4 dewasa, 1 anak, dan 1 baduta.
Bupati yang dikenal memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi ini, juga menjadikan SA anak angkat, hingga memberikan bantuan Rp3 juta, di samping berasal dari Program Permata Bunda sebesar Rp15 ribu per hari.
Sedangkan terhadap bangunan rumah, Bupati yang pernah menjabat Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini, bersama Forum Ibu Peduli Sosial (FIPS), secara spontan berinisiatif melakukan perbaikan dengan meminta segera dipanggilkan tukang.
Hanya berselang 21 hari, rumah yang direnovasi telah rampung dikerjakan dan dilakukan peresmian oleh Bupati, Rabu (21/09/2022) pagi.
Rumah berbahan kayu berukuran 4×17 meter itu dirasa layak ditempati untuk 3 KK karena diberi 3 sekat kamar, ditambah ruang tamu, dapur, dan pelataran.
Saat meresmikan, Bupati yang juga Ketua FIPS itu berharap, keluarga yang menempati rumah akan menjadi keluarga yang sehat, dan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia juga berharap terobosan yang dilakukan FIPS ini bisa menjadi praktik bagi siapa pun yang mempunyai rezeki dan kelebihan untuk melakukan hal yang sama.
“Semoga ini bisa dijadikan contoh dan diikuti, karena pahalanya akan terus mengalir selama rumah ini berdiri,” harapnya.
Sementara terhadap anak stunting, keturunan ke-7 Datu Kelampayan ini mengajak untuk bersama-sama peduli dengan memberikan intervensi dan perbaikan sarana dan prasarananya, seperti bedah rumah lengkap dengan sanitasi, air bersih, serta lingkungan keluarga yang berprilaku hidup bersih dan sehat.
(Alibana)













